Jadwal PPDB Karawang

0

adwal Kegiatan PPDB

Kategori Pendaftaran Validasi Data Pengumuman Daftar Ulang
Bakat Prestasi 13 Juni 2013 – 15 Juni 2013 13 Juni 2013 – 15 Juni 2013 17 Juni 2013 20 Juni 2013
Luar Kabupaten 13 Juni 2013 – 15 Juni 2013 13 Juni 2013 – 15 Juni 2013 17 Juni 2013 20 Juni 2013
Bina Lingkungan 17 Juni 2013 – 21 Juni 2013 17 Juni 2013 – 21 Juni 2013 22 Juni 2013 24 Juni 2013
Umum 24 Juni 2013 – 28 Juni 2013 24 Juni 2013 – 28 Juni 2013 29 Juni 2013 01 Juli 2013
Rapat Orang Tua Rabu, 3 Juli 2013
Kegiatan MOS 4 Juli 2013 & 5 Juli 2013
Hari Pertama Masuk Sekolah Senin, 15 Juli 2013

Aturan PPDB Karawang

0

Aturan PPDB

  • PENJELASAN UMUM
    1. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada SMP/MTs/SMP Terbuka/SD-SMP Satu Atap dan Paket B dilaksanakan secara, obyektif, akuntabel, transparan dan tidak diskriminatif
    2. Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) memegang prinsip Mudah, Lancar, Melanjutkan dan Tersalurkan Semua
    3. Calon peserta didik baru yang memenuhi syarat pada prinsipnya diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh pendidikan pada jenjang dan jenis sekolah negeri/swasta sesuai dengan struktur persekolahan yang berlaku
    4. Calon peserta didik baru yang memenuhi syarat dapat diterima sebagai peserta didik baru di sekolah negeri atau swasta pada jenjang berikutnya, apabila daya tampung sekolah tersebut memungkinkan
    5. Sekolah yang akan menerima calon peserta didik baru agar mengumumkan seluas-luasnya dan sejelas-jelasnya kepada masyarakat mengenai informasi yang diperlukan, seperti batas daya tampung, jadwal, waktu, tempat dan persyaratan pendaftaran
    6. Pendaftaran calon peserta didik baru kelas VII SMP/MTs untuk lulusan SD/MI/Paket A Tahun Pelajaran 2012/2013 dilakukan secara perorangan/kolektif yang diinput perindividu melalui sistem On-Line, sedangkan lulusan Tahun Pelajaran sebelumnya pendaftaran dilakukan secara perorangan langsung ke sekolah yang dituju.
    7. Peserta didik baru kelas VII yang telah diterima di SMP/MTs harus memiliki Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) asli SD/MI/Paket A.
    8. Kepala SMP/MTs/SMP Terbuka/SD-SMP Satu Atap dan Paket B berkewajiban menyampaikan laporan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru kepada Bupati melalui Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan kepada Kementerian Agama Kabupaten Karawang paling lambat tanggal 15 Juli 2013
  • PENDAFTARAN
    • Kategori Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP/MTs tahun pelajaran 2013/2014 dibagi menjadi menjadi 4 kategori :
      1. Kategori Bakat Prestasi.
      2. Kategori Luar Kabupaten Karawang.
      3. Kategori Bina Lingkungan.
      4. Kategori Umum.
    • Waktu pendaftaran dilaksanakan mulai dari tanggal 13 s.d 28 Juni 2013 pada jam kerja (pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB) dengan rincian sebagai berikut:
      1. Tahap I dari tanggal 13 s.d 15 Juni 2013 untuk Kategori Bakat Prestasi
      2. Tahap II dari tanggal 13 s.d 15 Juni 2013 untuk Kategori Luar Kabupaten
      3. Tahap III dari tanggal 17 s.d 21 Juni 2013 untuk Kategori Bina Lingkungan
      4. Tahap III dari tanggal 24 s.d 28 Juni untuk Kategori Umum
    • Pendaftaran dilakukan perorangan/kolektif langsung datang ke sekolah tujuan atau dengan cara On-Line melalui Website : http//:ppdbsmpkarawang2013.net bagi peserta didik lulusan SD/MI/Paket A tahun pelajaran 2012/2013. Sedangkan untuk lulusan tahun pelajaran sebelumnya harus didaftarkan langsung ke sekolah tujuan dengan membawa SKHUN asli dan surat keterangan berkelakuan baik dari RT/RW setempat.
    • Jika sampai pada batas akhir pendaftaran Kategori Umum tanggal 28 Juni 2013 SMP/MTs Negeri yang belum memenuhi kuota sesuai dengan ketetapan dapat membuka pendaftaran tahap II selama 2 hari dari tanggal 1-3 Juli 2013, dan di umumkan pada tanggal 3 Juli 2013.
    • SMP/MTs swasta dapat menerima pendaftaran lebih awal dari jadwal PPDB SMP/MTs Negeri sesuai kewenangan yayasan dan berakhir tanggal 31 Juli 2013
  • PERSYARATAN
    • Calon peserta didik baru kelas VII SMP/MTs berusia setinggi-tingginya 18 tahun pada awal Tahun Pelajaran 2013/2014, (per tanggal 1 Juli 2013); berdasarkan Peraturan Bersama antara Meteri Pendidikan Nasional dan Meneteri Agama Nomor: 04/VI/PB/2011, Nomor MA/111/2011 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal/Bustanul Athfal dan Sekolah/Madrasah.
    • Telah lulus SD/MI/Paket A dan memiliki Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.
    • Penerimaan peserta didik baru SMP/MTs Negeri mengutamakan lulusan SD/MI/Paket A di wilayah Kabupaten Karawang dan/atau orang tua siswa yang berdomisili di Kabupaten Karawang walaupun siswanya lulusan luar kabupaten.
    • Kepada calon peserta didik baru yang berasal dari luar Kabupaten Karawang diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Kabupaten Karawang dengan membawa surat pengantar dari sekolah asal yang diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat
    • Bagi peserta didik yang memiliki prestasi Akademik dan Non-akademik selama mengikuti pendidikan di SD/MI/Paket A pada tingkat Kecamatan (juara 1, 2, dan 3), Kabupaten (juara 1, 2 dan 3), Provinsi (juara 1, 2 dan 3), dan Nasional (juara 1, 2 dan 3), wajib melampirkan piagam atau sertifikat sesuai dengan bidang prestasinya yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah dan organisasi yang relevan.
  • PILIHAN PENDAFTARAN
    • Setiap calon peserta didik dapat mendaftarkan ke satu sekolah atau lebih sampai batas waktu satu hari sebelum waktu pengumuman.
    • Apabila pendaftar sudah berada di bank data salah satu sekolah pilihan, dan akan mengalihkan pilihan kesekolah yang lain maka diperbolehkan menarik data dengan cara mengajukan permohonan kepada pihak panitia selambat – lambatnya sehari sebelum pendaftaran ditutup.
    • Bagi calon siswa yang sudah daftar ulang melalui kategori bakat prestasi dan kategori bina lingkungan, tidak diperbolehkan daftar pada kategori umum.
  • ROMBONGAN BELAJAR

    Jumlah peserta didik baru SMP Negeri/Swasta setiap rombongan belajar, maksimum 40 orang.

  • SELEKSI PPDB

    Seleksi PPDB dilakukan berdasarkan Kategori Pendaftaran dengan penjelasan sebagai berikut :

    • Kategori Bakat Prestasi kuota PPDB (5%).
      1. Seleksi Prestasi Akademik
        • Juara OSN (perorangan)
          • Kecamatan (juara 1=12, juara 2= 8, juara 3= 4)
          • Kabupaten (juara 1=24, juara 2=20, juara 3=16)
          • Provinsi (juara 1=36, juara 2=32, juara 3=28)
          • Nasional (juara 1=48, juara 2=44, juara 3=40)
          • Internasional (juara 1=60, juara 2=56, juara 3=52)
        • Juara Cerdas cermat (beregu)
          • Kecamatan (juara 1= 6, juara 2= 4, juara 3= 2)
          • Kabupaten (juara 1=12, juara 2=10, juara 3=8)
          • Provinsi (juara 1=18, juara 2=16, juara 3=14)
          • Nasional (juara 1=24, juara 2=22, juara 3=20)
          • Internasional (juara 1=30, juara 2=28, juara 3=26)
      2. Seleksi Prestasi Non Akademik
        1. Prestasi dalam bidang Olahraga
        2. Prestasi dalam bidang Kesenian
        3. Prestasi dalam bidang Keagamaan
        4. Prestasi dalam bidang Pramuka
        5. Prestasi dalam PMR
        6. Prestasi dalam bidang PaskibraMasing-masing Prestasi Non Akademik sebagaimana tersebut diatas yang di peroleh peserta didik selama mengikuti pendidikan di SD/MI/Paket A, yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah dan organisasi yang relevan akan diberi nilai sebagai berikut :
            1. Juara Perorangan
              • Kecamatan (juara 1=12, juara 2= 8, juara 3= 4)
              • Kabupaten (juara 1=24, juara 2=20, juara 3=16)
              • Provinsi (juara 1=36, juara 2=32, juara 3=28)
              • Nasional (juara 1=48, juara 2=44, juara 3=40)
              • Internasional (juara 1=60, juara 2=56, juara 3=52)
            2. Juara beregu
              • Kecamatan (juara 1= 6, juara 2= 4, juara 3= 2
              • Kabupaten (juara 1=12, juara 2=10, juara 3=8)
              • Provinsi (juara 1=18, juara 2=16, juara 3=14)
              • Nasional (juara 1=24, juara 2=22, juara 3=20)
              • Internasional (juara 1=30, juara 2=28, juara 3=26)

              Bila jumlah pendaftar pada kategori Bakat dan Prestasi melebihi kuota yang sudah ditetapkan, sekolah melakukan passing grade, dengan menjumlahkan nilai prestasi yang diperolehnya dengan jumlah Nilai Ujian Nasional (UN).

            3. Prestasi/Juara tingkat kecamatan yang diperoleh siswa lulusan SD/MI/Paket A hanya berlaku untuk mendaftar di SMP/MTs kecamatan dimana sertifikat atau surat keterangan tersebut dikeluarkan
    • Kategori Bina Lingkungan (45%) adalahPada prinsipnya untuk mengakomodir lulusan SD/MI/Paket A yang berdomisili di desa/kelurahan dimana SMP Negeri tersebut beradaCalon Peserta Didik Bina Lingkungan tidak ada jaminan langsung diterima, karena lulusannya ditentukan passing grade jumlah nilai ujian nasional (UN) dan pelaksanaannya mengacu pada ketentuan sebagai berikut.
      1. Bina Lingkungan untuk mengakomodir lulusan SD/MI sederajat yang berdomisili di Desa/Kelurahan dimana SMP/MTs Negeri berada dengan quota 45%
      2. Bila pendaftar melebihi daya tampung, maka dilakukan passing grade yang diprioritaskan diari Desa/Kelurahan inti (Dimana SMP/MTs Negeri berada)
      3. Apabila daya tampung masih memungkinkan maka dilakukan passing grade kembali khusus untuk Desa/Keluarahan imbas.
      4. Persyaratan pendaftarn Bina Lingkungan dilakukan secara perorangan/kolektif ke SMP/MTs Negeri yang dituju, dengan membawa kartu keluarga (KK) Asli dan satu lembar fotocopy selanjutnya didaftarkan secara online.
      5. Bila calon peserta didik bina lingkungan tidak diterima di sekolah tersebut, maka calon peserta didik dapat melakukan kembali untuk kategori seleksi umum.
    • Pendaftar dari Luar Kabupaten (5%), adalah peserta didik lulusan SD/MI/Paket A dari luar Kabupaten Karawang dengan membawa surat pengantar dari sekolah yang diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan /Kepala Kantor Kementerian Agama Kabuapaten asal.
    • Pendaftar Umum (45%), adalah peserta didik lulusan SD/MI/Paket A dalam Kabupaten Karawang termasuk yang belum terakomodir pada kategori bakat prestasi dan bina lingkungan. Yang didaftarkan secara perorangan/kolektif melalui on-line baik diluar maupun di hadapan panitia PPDB di sekolah, yang selanjutnya dilakukan seleksi melalui Passing grade dengan menghitung jumlah Nilai Ujian Nasional (UN).
  • PENGUMUMAN PENERIMAAN
    • Calon peserta didik yang diterima/tidak diterima agar diumumkan secara meluas dan transparan serta sesuai prinsip akuntabilitas, pada jadwal yang sudah ditentukan yaitu:
      1. Kategori Bakat dan Prestasi dan Luar Kabupaten pada tanggal 17 Juni 2013
      2. Kategori Bina Lingkungan pada tanggal 22 Juni 2013
      3. Kategori Umum dan Luar Kabupaten pada tanggal 29 Juni 2013
    • Calon peserta didik yang tidak diterima di SMP Negeri dapat mendaftar ke SMP Swasta sesuai dengan pilihannya.
  • DAFTAR ULANG
    • Calon peserta didik baru yang diterima di kelas VII SMP/MTs Negeri wajib melaksanakan daftar ulang yang dilaksanakan pada:
      1. tanggal 20-22 Juni 2013 untuk kategori Bakat Prestasi dan Luar kabupaten.
      2. tanggal 24-26 Juni 2013, untuk kategori Bina Lingkungan
      3. tanggal 01-03 Juli 2013, untuk kategori Umum.
    • Kepada orang tua/wali peserta didik yang di terima agar menghadiri rapat bersama Komite Sekolah pada hari Selasa tanggal 3 Juli 2013, tentang sosialisasi program sekolah
    • Pada saat daftar ulang bagi calon peserta didik yang sudah memiliki sertifikat Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) agar dilampirkan. Sedangkan bagi calon peserta didik yang belum memilki sertifikat, sekolah yang bersangkutan agar bekerja sama dengan DTA terdekat untuk melaksanakan program pendidikan DTA
  • HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH
    • Kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) dilaksanakan pada hari Senin s.d Rabu tanggal 4 s.d 5 Juli 2013, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    • Tahun pelajaran baru atau hari pertama masuk sekolah SMP/MTs pada Tahun Pelajaran 2013/2014 adalah hari Senin tanggal 15 Juli 2013.
  • PEMBIAYAAN

    Biaya Pendaftaran PPDB SMP/MTs baik negeri maupun swasta dibiayai dari dana BOS, BOS Provinsi dan BOPF Dikdasmen PNFI Kabupaten Karawang. Sedangkan pengadaan seragam khas sekolah dan olahraga (biaya personal) untuk kepentingan peserta didik dibebankan kepada orang tua/wali siswa melalui musyawarah bersama komite sekolah.

  • PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMPT, SD-SMP SATU ATAP DAN PAKET B
    1. SD-SMP Satu Atap menerima calon peserta didik mengutamakan lulusan SD setempat.
    2. SMP Terbuka adalah satuan pendidikan untuk melayani lulusan SD/MI/Paket A yang dihadapkan pada permasalahan faktor Sosial, Ekonomis dan Geografis.
    3. Paket B adalah program pendidikan kesetaraan SMP untuk melayani masyarakat yang dihadapkan pada permasalahan faktor Sosial, Ekonomis, Geografis, sekolah sambil bekerja, serta usia yang lebih dari 18 tahun
  • KETENTUAN LAIN
    1. SMP/MTs Negeri dan Swasta wajib memasang spanduk/pengumuman yang memuat bebas biaya Pendaftaran, SPP dan DSP
    2. Pedoman PPDB tahun 2013/2014 agar disosialisasikan kepada masyarakat luas secara bertahap dan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa sampai satuan-satuan pendidikan
    3. Untuk menjamin Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2013/2014 berjalan dengan baik dan menunjang terhadap peningkatan mutu pendidikan, maka dilaksanakan secara transparan melalui online dan para pengelola pendidikan wajib membuat fakta integritas

Mengisi Khodam Ke Dalam Batu Cincin

0

Selain benda-benda gaib yang sosok khodamnya asli dari alam, ada juga benda-benda gaib yang isi gaibnya bersifat isian atau sengaja didatangkan, seperti yang berbentuk pusaka, jimat rajahan, jimat batu akik dan jimat-jimat kecil lainnya. Dalam mengisikan khodam gaib ke dalam benda-benda itu biasanya dilakukan dengan cara-cara khusus yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang menguasai keilmuannya, seperti yang dilakukan oleh para empu keris, orang-orang pinter dan praktisi ilmu gaib.

Sebuah benda gaib asma’an dan isian, kekuatan benda gaib itu menyatu dengan sugesti pemakainya. Semakin kuat dan sering seseorang menuangkan sugesti dalam jimat isian itu, kekuatan gaibnya akan semakin kuat. Bila seseorang tidak memperhatikannya, apalagi hanya dibawa-bawa di dalam dompet saja, maka lama-kelamaan kekuatan gaibnya akan melemah. Sama juga dengan ilmu gaib dan ilmu khodam, jika jarang dibaca amalannya kekuatan gaibnya akan memudar. Semua benda gaib yang kita miliki, dalam bentuknya keris dan pusaka, batu cincin / akik, mustika, dsb, juga akan hidup dan kuat kegaibannya bila kita sering menuangkan doa dan sugesti ke dalamnya. Jika amalan gaibnya tidak dibacakan, minimal sesajinya tetap diberikan, untuk mengsugesti supaya khodam gaibnya tetap bekerja.

Dalam penyimpanannya, sebaiknya semua benda gaib tidak dibungkus dengan plastik atau dimasukkan ke dalam benda-benda yang terbuat dari plastik, karena bahan plastik itu akan membatasi / menghambat pancaran gaib dari benda gaibnya.

Selain yang berisi energi kekuatan doa, semua benda gaib isian / asma’an bisa saja berisi suatu sosok mahluk halus sebagai sumber kekuatan kegaibannya. Khodam jimat batu akik, jimat rajahan, khodam jimat isian / asma’an dan khodam keris kamardikan, khodamnya bisa dari jenis apa saja, bisa dari jenis bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, atau pun jenis mahluk halus lainnya termasuk sukma manusia (arwah / pocong), dan bisa dari golongan hitam atau pun putih.

Bisa terjadi demikian, karena biasanya dalam pembuatannya si manusia pembuatnya hanya mengamalkan saja suatu amalan gaib, sehingga sosok gaib yang datang dan mengisi benda-benda gaib itu bisa dari jenis apa saja. Seringkali fokus perhatian manusia yang membuat jenis-jenis jimat tersebut hanyalah pada fungsi dan keampuhan tuahnya, sosok gaibnya sendiri seringkali tidak dianggap penting apa dan siapa. Lagipula tidak semua praktisi ilmu gaib mampu melihat gaib, karena kemampuan ilmunya hanya berasal dari kekuatan sugesti pada amalan gaib. Dan yang mampu melihat gaib pun belum tentu tahu kesejatian dari apa yang dilihatnya.

Termasuk juga benda-benda gaib dan jimat rajahan yang kita buat sendiri, bisa saja kemudian berisi sesosok mahluk halus di dalamnya. Karena itu jika kita memiliki benda-benda gaib tersebut sebaiknya berwaspada, terutama pada perwatakan mahluk halusnya dan pengaruh negatif dari keberadaannya (misalnya mencari tahu dengan cara yang sama seperti menayuh keris). Jika jelas bahwa perwatakan sosok gaib benda itu tidak baik dan ada memberikan pengaruh negatif, maka sebaiknya kita segera melakukan  Pembersihan Gaib.

Dalam halaman ini Penulis membahas tentang panduan dasar untuk mengisikan khodam gaib ke dalam sebuah benda, membuat sebuah benda menjadi bertuah, sama seperti jimat yang dibuat oleh orang pinter. Caranya dibuat sesederhana mungkin, sehingga orang awam pun bisa melakukannya. Khodamnya bisa dari jenis apa saja, tetapi yang diutamakan adalah dari jenis bangsa jin golongan putih.

Metode pengisian khodam ini dilakukan dengan sugesti kekuatan rasa dan kebatinan, bukan dengan cara dan amalan ilmu gaib dan ilmu khodam atau cara-cara perdukunan. Karena itu jika anda ingin mencoba melakukannya, kondisikan pikiran dan batin anda pada cara-cara olah rasa dan kebatinan, bukan cara-cara ilmu gaib dan ilmu khodam atau perdukunan, karena hasilnya akan berbeda. Dengan metode ini anda akan dapat dengan mudah melakukannya, apalagi bila anda memiliki kekuatan sukma dan batin yang tinggi.

Tetapi dalam melakukan pengisian khodam itu tanamkan dalam pikiran anda bahwa anda melakukannya karena tersugesti oleh tulisan ini, karena hasilnya akan berbeda antara anda melakukannya karena keinginan anda sendiri dengan anda melakukannya karena tersugesti oleh tulisan ini.

Sebelum melakukan pengisian khodam, sebagai syarat dasar untuk keberhasilannya, anda harus sudah menguasai dahulu kemampuan-kemampuan olah rasa dan menayuh gaib (baca : Olah Rasa dan Kebatinandan Ilmu Tayuh / Menayuh Keris) untuk menentukan tempat-tempat yang berpenghuni sosok-sosok gaib yang berkarakter baik, merasakan keberadaan mereka, memastikan kontak batin anda sampai kepada sosok-sosok gaib yang dituju, merasakan apakah khodamnya telah mengisi bendanya, dan menentukan apakah karakter khodamnya (berkarakter keras atau halus) dan tuahnya sesuai dengan yang anda inginkan dan apakah dari jenis yang baik atau tidak baik.

Dengan memodifikasi sedikit, cara ini bisa juga digunakan untuk mencari khodam pendamping atau khodam ilmu yang kekuatannya tinggi, tergantung kemampuan sugesti anda. Untuk mencari khodam pendamping tidak diperlukan sebuah benda untuk diisi gaib, karena nantinya khodam itu mengikut kita dengan cara mendampingi kita, tidak tinggal di dalam sebuah benda gaib.

Satu hal yang ditekankan disini adalah anda harus mempunyai pengetahuan untuk membedakan sosok-sosok halus yang baik dan yang tidak baik, yang golongan putih dan yang golongan hitam, yang berenergi positif dan yang berenergi negatif (baca : Penggolongan Mahluk Halus). Dengan cara olah rasa dan menayuh keris anda bisa mencaritahu jawabannya. Selebihnya gunakanlah minyak jafaron merah (baca : Pembersihan Gaib 2) untuk mengusir mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif kalau saja sosok-sosok halus itu terpanggil datang kepada anda.

Cara pengisiannya sebagai berikut :

Untuk tujuan mengisikan khodam gaib, siapkanlah benda-benda yang diniatkan untuk menjadi berkhodam (yang masih kosong, tidak berpenghuni gaib), bisa batu akik, jimat rajahan, atau pun benda-benda lain yang anda niatkan untuk dijadikan benda berkhodam. Siapkan juga sesajinya berupa minyak jafaron, dan minyak misik putih / hitam, atau minyak melati. Untuk khodam yang berfungsi untuk kesaktian, kekuatan atau penjagaan gaib, lebih bagus kalau sesajinya minyak misik hitam, tetapi lebih baik digunakan minyak misik putih supaya tidak terlalu mengotori bendanya.

Secara umum, dengan cara pengisian ini anda bisa mencari sosok-sosok gaib yang sesuai dengan tuah yang anda inginkan dan benda-bendanya diusahakan yang pantas dan sesuai dengan fungsi tuah yang diharapkan.
Misalnya :
Untuk tuah pengasihan, kerejekian, dan ketentraman keluarga, digunakan batu-batu yang beraura lembut, seperti batu giok hijau, batu jamrud, dsb.
Untuk kewibawaan dan karisma kesepuhan bisa digunakan batu pirus.
Untuk yang bertuah kesaktian, kekuatan, kewibawaan atau penjagaan gaib, bisa digunakan batu-batu yang beraura keras, tetapi hangat, tidak panas, misalnya yang berwarna hitam atau merah (tentang contoh-contoh batu akik bisa dibaca di : Batu Akik).

Usahakan untuk menggunakan benda-benda yang sesuai dengan jenis khodamnya dan sesuai juga dengan jenis tuahnya. Khodam yang diisikan ke benda yang tidak sesuai nantinya tdak akan bisa optimal tuahnya.
Kalau hanya mendapatkan khodamnya saja, sedangkan tempatnya tidak sesuai, kalaupun bertuah, biasanya tuahnya tidak stabil. Karena itu kalau mau membuat jimat isian sebaiknya dicarikan benda-benda yang fisiknya benar-benar sesuai dengan jenis khodamnya dan sesuai juga dengan jenis tuahnya supaya khodamnya mapan di tempatnya dan tuahnya stabil bekerja. Mungkin agak susah memahaminya, tetapi nantinya sejalan dengan pengenalan anda terhadap benda-benda gaib, khodam dan tuahnya, pemahaman itu akan lebih mapan. Untuk sekarang ini minimal dicarikan benda-benda yang auranya sesuai dengan jenis khodam dan tuahnya.

Jika digunakan jimat rajahan, gunakanlah jimat rajahan yang sesuai dengan tuahnya (dan yang kosong tidak berpenghuni gaib), yang berbahan dasar kulit asli akan lebih baik.

Jimat rajahan yang isi rajahannya tentang pengasihan dan kerejekian, gunakanlah untuk mencari khodam berkarakter halus yang bertuah pengasihan dan kerejekian. Untuk jenis tuah ini, kulit kijang, kambing, sapi, akan lebih baik, sedangkan kulit macan atau kulit binatang lain yang berhawa aura keras tidak cocok untuk fungsi ini.

Jimat rajahan yang isi rajahannya tentang kesaktian, kekuatan, kewibawaan atau penjagaan gaib, gunakanlah untuk mencari khodam berkarakter keras yang bertuah untuk kesaktian, kekuatan, kewibawaan atau penjagaan gaib. Untuk jenis tuah ini, kulit macan atau kulit binatang lain yang berhawa aura keras lebih cocok untuk fungsi ini, sedangkan kulit kijang, kambing, sapi, kelihatannya tidak cukup baik.

Sebaiknya jangan menggunakan benda-benda yang berasal dari binatang babi, seperti taringnya atau kulitnya, karena biasanya mengandung energi negatif yang tidak selaras dengan energi manusia, yang akan berpotensi mendatangkan banyak penyakit. Jika benda-benda itu berkhodam, dikhawatirkan keberadaan energi khodamnya akan semakin memperkuat pengaruh energi negatifnya.

Jika anda memilikinya, kalau khodamnya ingin diusir / dibersihkan bisa dilakukan dengan cara dioleskan dengan minyak jafaron merah, tapi kalau ingin dipelihara, sebaiknya jangan dipakai menempel atau dekat dengan kulit. Kalau sedang tidak dipakai, penyimpanannya sebaiknya jangan dekat-dekat dengan manusia.

Pengisian khodam ini lebih baik dilakukan di pegunungan, karena secara umum mahluk-mahluk gaib di daerah pegunungan jauh lebih sakti dan lebih murni perwatakannya daripada yang di dataran rendah, terutama untuk khodam yang berfungsi untuk kesaktian, kekuatan atau penjagaan gaib, yang memerlukan sosok gaib yang sakti, tetapi ritual ini bisa juga dilakukan di rumah atau di tempat-tempat lain dengan cara memfokuskan sugesti kepada sosok-sosok gaib di daerah pegunungan atau tempat lain yang anda pandang baik.

Pergilah ke pegunungan atau ke tempat-tempat lain yang anda rasakan berpenghuni mahluk gaib yang sifatnya baik dan tempatnya cukup sepi, tidak berisik dan tidak banyak orang. Ritual ini bisa juga dilakukan di rumah anda, dengan bersugesti ke pegunungan atau tempat lain yang sosok halusnya ingin didatangkan. Sebaiknya jangan ke pemakaman atau ke tempat-tempat angker, supaya jangan ada sosok gaib berkarakter jelek yang kemudian mengikut anda atau masuk mengisi benda gaib anda.

Sebelum mengisikan khodam gaib itu sebaiknya anda berdoa dahulu, luangkanlah waktu sejenak untuk mengkondisikan hati dan batin anda pada kedekatan dengan Tuhan. Tuangkanlah isi hati anda, doa-doa tulussepenuh hati dan sepenuh rasa tentang permohonan-permohonan, keinginan-keinginan, dsb, ke dalam bendanya, untuk memberikan aura positif kepada benda itu, misalnya doa-doa supaya dilindungi dan dijauhkan dari kejahatan dan roh-roh jahat, kemudahan rejeki, karir, ketentraman keluarga, dsb.

Jika anda sudah siap, basahilah telapak tangan kiri anda dengan minyak jafaron merah, dan
– Basahilah telapak tangan kanan anda dan bendanya dengan minyak misik putih, jika dimaksudkan untuk
mengisi khodam kekuatan, kewibawaan dan penjagaan gaib, atau fungsi lain yang umum, atau
– Basahilah telapak tangan kanan anda dan bendanya dengan minyak melati, jika dimaksudkan untuk mengisi
khodam pengasihan, kerejekian dan ketentraman keluarga, atau fungsi lain yang sejenis.

Dalam cara di atas, untuk mengisi khodam pengasihan, kerejekian dan ketentraman keluarga, atau fungsi lain yang sejenis, yang terbaik adalah membasahi tangan kanan anda dan bendanya dengan minyak misik putih, karena khodam yang datang kemudian biasanya kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada yang diberi sesaji minyak melati (untuk sesajinya kemudian juga menggunakan minyak misik putih).

Dengan cara digenggam, kemudian angkatlah benda itu tinggi-tinggi dan anda berkata keras (dalam hati) dengansepenuh rasa  ditujukan kepada semua mahluk gaib yang berada di tempat anda bersugesti.

Contohnya :

– Untuk kekuatan, kewibawaan dan penjagaan gaib :
  ” Saya mau khodam jin golongan putih yang kuat dan tuahnya bagus untuk kekuatan, kewibawaan dan
penjagaan gaib, yang tidak panas dan tidak memberatkan kerejekian, untuk tinggal di batu ini ! “.

– Untuk pengasihan, kerejekian dan ketentraman keluarga :
  ” Saya mau khodam jin golongan putih yang tuahnya kuat dan bagus untuk pengasihan, kerejekian dan
ketentraman keluarga, untuk tinggal di batu ini ! “.

Cara-cara di atas adalah cara-cara yang mudah untuk mengisikan khodam gaib ke dalam batu cincin atau benda-benda gaib lain. Kalau berhasil ada sosok gaib yang masuk ke dalam batu itu, maka batu itu akan terasa lebih berat atau ada rasa kesetrum di tangan anda pada saat pertamanya si mahluk gaib masuk ke dalam batu itu. Kemudian genggamlah batu itu dengan tangan kiri yang masih basah oleh minyak jafaron, supaya jika sosok gaib yang masuk ke batu itu bersifat negatif, maka dia akan segera pergi setelah terkena minyak jafaron.

Lakukanlah menayuh gaib untuk memastikan bahwa benda-benda anda sudah berisi khodam gaib yang sesuai dengan keinginan anda dan berkarakter baik. Jika ternyata batu itu masih kosong, tidak berpenghuni gaib, proses di atas diulangi lagi.

Selanjutnya, untuk pertama kali penggunaannya, setelah batu itu dioleskan minyak misik (atau minyak melati untuk yang bertuah pengasihan, kerejekian dan ketentraman keluarga), bacakanlah suatu amalan gaib kepada batu itu (amalannya dapat dicari di internet). Pada masa selanjutnya, untuk pemeliharaan kegaibannya, minimal sebulan sekali, pemberian minyak dan pembacaan amalan gaibnya diulangi. Jika amalan gaibnya tidak dibacakan, minimal sesajinya tetap diberikan, untuk mengsugesti supaya khodam gaibnya tetap bekerja.

Amalan apapun yang anda bacakan selama anda bisa mengsugestikan khodamnya, maka kegaibannya akan bekerja. Atau jika anda tidak menggunakan amalan gaib khusus, jika anda ingin mengsugestikan sendiri, sambil anda genggam bendanya ucapkanlah (dalam hati) kepada batu itu dengan nada tegas tentang apa yang anda inginkan (contoh sugesti di bawah ini dapat anda rubah atau ditambah-kurangkan sesuai kebutuhan anda dan dalam mengsugestikannya dilakukan beberapa kali untuk penguatan sugesti, lebih bagus lagi kalau diwirid),
sbb :

 ”  Jadilah kekuatanku, kewibawaanku dan penjagaan gaibku,
    Aku kuat, berkarisma, berwibawa, dan ……………..
    
Menjauhkanku dan melindungiku dari kejahatan, gangguan dan serangan gaib.
    Tidak panas, tidak memberatkan kerejekian.
    Jadilah bertuah setiap saat, kapan pun dan dimana pun aku berada “.

atau untuk yang bertuah pengasihan, kerejekian dan ketentraman keluarga sbb :

 ”  Jadilah pengasihanku,
    Semua orang sayang dan kasih kepadaku, asih, asih, asih kepadaku,
    Menjauhkanku dan melindungiku dari kejahatan dan hati yang iri dan dengki,
dan menundukkan hati orang-orang yang berniat jahat dan mencelakaiku.
    Rejekiku seperti air mengalir tidak putus-putus, keluarga tenteram.
Jadilah 
pengasihanku setiap saat, kapan pun dan dimana pun aku berada “.

Amalan-amalan sugesti di atas kadar kekuatannya biasa saja, tetapi cukup baik untuk keperluan umum dan pengaruhnya positif, tidak mendatangkan pengaruh negatif. Sebaiknya dibaca / diamalkan dalam jumlah yang banyak (sebanyak-banyaknya yang anda ingin), tapi tidak ada aturan yang baku tentang jumlahnya.

Jika ingin amalan gaib yang kadar kekuatan tuahnya tinggi sebaiknya mencari sendiri di internet. Ada banyak situs yang menuliskan amalan-amalan gaib, tetapi amalannya sebaiknya dipilih yang tidak memberikan pengaruh negatif. Biasanya orang-orang akan menonjolkan amalan-amalan gaib yang kadar kekuatan tuahnya tinggi, ampuh, tetapi seringkali tidak disadari bahwa amalannya itu mendatangkan efek negatif lain. Misalnya amalan gaib yang kadarnya tinggi untuk kekuatan atau penjagaan gaib, bisa mendatangkan hawa panas yang akan mengganggu hubungan sosial dan rumah tangga dan bisa memberatkan jalan kerejekian. Atau yang untuk pengasihan dan kerejekian, bisa mengundang sosok-sosok halus golongan hitam untuk datang menjadi pendamping kita.

Untuk mengisikan khodam ke dalam benda gaib itu bisa juga dilakukan secara jarak jauh, misalnya melakukan pengisiannya di rumah, tetapi mendatangkan khodamnya dari pegunungan. Semuanya tergantung pada kekuatan sugesti dan konsentrasi anda untuk fokus pada lokasi dan sosok gaibnya berada (melatih fokus bersugesti bisa dilakukan misalnya dengan cara seperti dalam tulisan Olah Rasa dan Kebatinan).

Dengan memodifikasinya sedikit cara-cara mengundang khodam di atas bisa digunakan untuk mencari khodam pendamping. Cukup disebutkan saja keperluan anda itu dan tujuan pendampingannya juga disebutkan dengan jelas, apakah untuk kerejekian, kewibawaan, penjagaan gaib, dsb.

Bagi anda yang sudah bisa melihat gaib dan mampu berkomunikasi dengan gaib, atau sudah bisa olah rasa untuk mendeteksi sosok-sosok gaib, sebaiknya anda melakukannya dengan fokus kepada sosok-sosok gaib tertentu yang anda kenal baik wataknya dan memintanya untuk menjadi khodam anda. Dengan demikian dengan metode tersebut sosok-sosok gaib yang bisa dijadikan khodam tidak terbatas, bisa dari jenis apa saja dan kekuatannya bisa jauh lebih tinggi daripada khodam-khodam yang umum dimiliki orang.

Prinsip dasar dalam pengisian / mendatangkan khodam gaib di atas adalah dengan terlebih dahulu mencarikan khodam yang baik dan sesuai dengan tuah yang diinginkan, sesudahnya barulah tuahnya dibentuk lagi dengan amalan gaib yang sesuai supaya menjadi lebih baik lagi kualitas tuahnya dan kadar kegaibannya.

Patokan anda berhasil atau tidak adalah bahwa sebelumnya anda sudah menentukan lebih dulu tujuannya, jenis khodamnya dan tuahnya. Kalau kemudian isian anda hasilnya sama seperti tujuan yang sudah anda tetapkan sebelumnya, berarti laku anda itu berhasil. Tapi kalau hanya sekedar bendanya ada isinya, atau tuahnya sama, berarti isian anda itu hanya bersifat untung-untungan saja.

Praktek yang umum pada jaman sekarang dalam pengisian / mendatangkan khodam gaib penekanannya adalah dengan langsung membacakan amalan gaib untuk tuahnya. Dengan cara itu biasanya tuah dari benda gaibnya akan bagus, tetapi juga mempunyai kelemahan, yaitu jenis khodam yang datang dan mengisi benda gaibnya bisa dari jenis apa saja, yang wataknya baik ataupun yang buruk, dan biasanya kekuatannya juga biasa-biasa saja.

Dalam pengisian khodam, apapun doanya, apapun amalannya, jenis khodam yang datang bisa dari jenis apa saja. Kalau menghendaki jenis khodam tertentu sesuai yang diinginkan seharusnya jangan cuma mewirid doa / amalan saja, tapi lebih dulu dicarikan khodamnya yang diinginkan, sesudahnya barulah diwiridkan amalannya.

Cara mengisi khodam benda gaib ini diuraikan dengan cara dan bahasa yang sederhana, dan tidak dilakukan dengan menggunakan amalan gaib apapun, sehingga mungkin anda sama sekali tidak akan menyadari bahwa cara mengisikan khodam batu ini adalah cara kebatinan tingkat tinggi. Karena itu dalam melakukan pengisian khodam itu tanamkan di dalam hati dan pikiran anda bahwa anda melakukannya karena tersugesti oleh tulisan ini, karena hasilnya akan berbeda antara anda melakukannya karena keinginan anda sendiri dengan anda melakukannya karena tersugesti oleh tulisan ini.

Seseorang tidak memerlukan banyak amalan gaib dan melakukan ritual gaib yang bermacam-macam atau berlama-lama dan berlelah-lelah membacakan amalan gaib hanya untuk mengisikan khodam gaib ke dalam sebuah benda jimat dan tidak harus bergantung kepada orang pinter dan praktisi ilmu gaib / khodam. Dengan sugesti kekuatan rasa dan kebatinan, anda dapat dengan mudah melakukannya, apalagi bila anda memiliki kekuatan sukma dan batin yang tinggi. Amalan gaib hanya digunakan untuk membentuk tuahnya setelah khodam yang diinginkan berhasil didapatkan.

Keberhasilan dalam melakukan pengisian khodam ini menunjukkan kepada kita bahwa manusia awam juga bisa membuat kegaiban pada benda-benda tertentu, tidak harus melakukannya dengan japa mantra dan amalan-amalan gaib, dan bukan monopolinya orang-orang pinter. Tetapi yang menentukan apakah kemudian kegaiban benda-benda itu akan baik dan bermanfaat untuk diri kita sendiri adalah sugesti atau doa-doa tulus sepenuh hati dari kita sendiri yang mengarahkan kegaibannya agar terbentuk menjadi seperti apa yang kita inginkan.

Selanjutnya, untuk pemeliharaannya, minimal sebulan sekali, anda bisa memberinya sesaji minyak melati jika fungsinya adalah untuk pengasihan, kerejekian, dsb, atau minyak misik putih saja untuk semua macam fungsi (jenis sesajinya sebaiknya dicari tahu dengan cara seperti menayuh keris). Sambil memberi sesaji itu sebaiknya juga, sambil bendanya digenggam, dibacakan suatu amalan gaib sesuai fungsinya masing-masing (amalan gaib bisa dicari di internet), atau cukup digunakan contoh amalan sugesti di atas. Jika anda orang jawa, sebaiknya menggunakan amalan gaib yang berbahasa jawa, karena sugestinya akan lebih kuat. Jika amalan gaibnya tidak dibacakan, minimal sesajinya tetap diberikan, untuk mengsugesti supaya khodam gaibnya tetap bekerja

Sifat-Sifat Kesaktian Mustika

0

Pada halaman ini Penulis ingin meluruskan pandangan orang tentang sifat kegaiban dan penggunaan bendamustika dan benda-benda bertuah lain termasuk keris, batu akik, jimat isian / asma’an, dan benda-benda gaib lain yang terkait.

Secara umum benda-benda gaib, mustika dan jimat adalah benda-benda yang memiliki tuah dan tuahnya itu dapat dirasakan secara fisik ataupun secara psikologis oleh manusia.

Secara umum, kualitas dan keampuhan sebuah mustika, benda-benda gaib dan jimat  dinilai  dari tuah /pengaruhnya bagi manusia pemakainya,  bukan  dinilai dari kekuatan / kesaktian sosok gaib di dalamnya. 

Ada 2 jenis benda gaib berdasarkan asal-usul kegaibannya sbb :
1. Benda gaib yang kegaibannya berasal dari energi alami benda gaibnya.
2. Benda gaib yang kegaibannya berasal dari keberadaan suatu sosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya.

Benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari energi alami benda gaibnya lebih mudah dalam penggunaannya dan tidak memerlukan sesaji. Dalam pemeliharaannya hanya perlu dijaga jangan sampai ada perbuatan yang dapat mengurangi / menghalangi pancaran energinya, misalnya jangan dipernis / dipolitur dan jangan dibungkus dengan plastik. Sebagian benda gaib itu energi gaibnya bersifat jangka panjang dan tidak cepat hilang, seperti fosil kayu kelor, kayu setigi dan sada lanang. Sebagian lagi energi gaibnya perlahan-lahan akan memudar, seperti bambu kuning, daun kelor dan benda-benda gaib berisi energi kekuatan doa / sugesti.

Sedangkan benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari keberadaan sesosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya (benda-benda gaib berkhodam) seringkali ada tata aturan dalam penggunaannya dan memerlukan pemberian sesaji tertentu supaya kegaibannya tetap bekerja.

Benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari keberadaan sesosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya dibedakan berdasarkan sifat-sifat kegaibannya sbb :
 1. Yang kegaibannya dominan bersifat fisik / kanuragan.
2. 
Yang kegaibannya dominan berupa pancaran energi / aura gaib.
 3. Yang kegaibannya dimanfaatkan untuk keperluan khusus.

Benda-benda gaib yang kegaibannya dominan bersifat fisik / kanuragan contohnya adalah mustika merah delima dan mustika wesi kuning, batu-batu dan jimat anti cukur, anti bacok, mustika untu bledeg, dsb, yang kegaibannya bisa dirasakan secara fisik manusia, terutama yang tuahnya untuk kekuatan berkelahi, kesaktian / kekebalan, dan untuk pengobatan.

Sedangkan benda-benda gaib yang kegaibannya dominan berupa pancaran energi / aura gaib contohnya adalah mustika kendit, wesi angkus, dan wesi kuning yang untuk kewibawaan. Benda-benda jenis ini kegaibannya hanya bisa dirasakan secara psikologis dan dengan rasa, terutama yang tuahnya untuk pengasihan, penglarisan, kewibawaan, penjagaan gaib, dsb.

Dan benda-benda gaib yang kegaibannya dimanfaatkan untuk keperluan khusus, misalnya adalah mustika bambu pethuk atau benda-benda lain yang digunakan untuk membuat pagaran gaib, pembersihan gaib, penarikan benda gaib, dsb. Dalam penggunaan jenis benda-benda ini memerlukan pengetahuan keilmuan khusus untuk dapat memanfaatkannya.

Masing-masing jenis benda gaib yang kegaibannya berasal dari adanya sosok gaib di dalamnya, selain yang sudah bekerja secara alami, ada juga yang keampuhan kegaibannya tergantung pada kecocokkannya dengan si pemilik, kemampuan si pemilik dalam mengsugesti benda gaibnya dan pemenuhan sesajinya. 

Masing-masing benda gaib, baik mustika, batu akik ataupun pusaka dan benda-benda jimat isian / asma’an, mempunyai karakteristik kegaiban sendiri-sendiri dan antar jenis yang berbeda satu dengan lainnya tidak dapat diperbandingkan karena karakteristik kegaibannya berbeda.

Dan masing-masing jenis mustika, walaupun sejenis, belum tentu kualitas dan kekuatan kegaibannya sama, masing-masing ada kelasnya sendiri-sendiri, tergantung pada kekuatan gaib dan perwatakan masing-masing khodam gaib di dalamnya (bisa dipelajari dengan cara seperti menayuh keris). Karena itu walaupun mustikanya sejenis dan tuahnya juga sejenis, belum tentu kekuatan tuahnya sama, tergantung kondisi masing-masing sosok khodam di dalamnya.

Kebanyakan mustika dan benda-benda gaib memiliki sesosok mahluk gaib yang bersemayam di dalamnya, sehingga mustika itu dapat memberikan suatu kegaiban tertentu. Masing-masing sosok gaib di dalam sebuah mustika memiliki tingkat kekuatan gaib atau kesaktian sendiri-sendiri. Tetapi di sekitar kita ada banyak mahluk gaib yang kesaktiannya jauh lebih tinggi daripada kesaktian mahluk gaib di dalam sebuah mustika. Jadi, supaya kita tidak rugi dan menyesal karena mustika kita kehilangan kegaibannya, kekuatan gaib sebuah mustika jangan sampai dilawankan dengan kekuatan mahluk gaib lain, kecuali untuk benda-benda gaib yang kegunaannya memang untuk menangkal atau mengusir gangguan / serangan mahluk halus lain.

Semua benda gaib haruslah dinilai keampuhannya berdasarkan kemampuannya dalam memberikan kegaibannya sesuai fungsi tuahnya masing-masing. 

Mustika merah delima, wesi kuning, stambul, dsb, yang penggunaannya sama dengan jimat, yang dimaksudkan sebagai alat keselamatan, kekebalan badan, penyembuhan penyakit, dsb, cukuplah dimanfaatkan untuk itu. Dengan membawa 
mustika-mustika itu kita tidak terluka karena dibacok, ditusuk, ditembak, dipukul, selamat dalam kecelakaan dan badan juga sehat. 

Tetapi janganlah karena memiliki benda-benda mustika itu kemudian kita yakin merasa aman dari serangan santet atau tidak takut masuk ke tempat-tempat yang angker, dsb, karena khasiat benda-benda mustika itu tidak cukup kuat untuk melindungi kita dari serangan gaib. Juga jangan disombongkan terhadap orang-orang yang memiliki ilmu batin / ilmu khodam, dan jangan disombongkan terhadap pusaka seseorang, karena mungkin ketinggian ilmu orang tersebut atau khodam dan pusakanya berada di atas kesaktian gaib mustikanya. Termasuk juga jangan mengetes jimat kekebalan dengan cara ditusuk dengan keris jawa (biasanya kekebalannya akan luntur dan orang itu akan terluka oleh tusukan keris itu). Selain itu juga ada orang-orang tertentu yang menguasai ilmu perkhodaman, yang dapat melunturkan kegaiban sebuah mustika dan jimat, atau mengusir pergi sosok gaib di dalamnya.

Benda-benda gaib yang watak khodamnya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, seperti mustika wesi kuning atau benda-benda jimat kekebalan yang lain, suatu saat dapat mengalami masalah, yaitu khodamnya hilang atau kegaibannya menjadi tidak berfungsi di tempat-tempat yang penguasa gaibnya lebih sakti dari khodam wesi kuning itu, atau bila dalam penyimpanannya disatukan dengan benda-benda gaib lain (karena itu penyimpanannya harus dipisah / disendirikan).

Itulah sebabnya manusia yang mempunyai jimat untuk kesaktian kanuragan atau kesaktian gaib, bila menyeberang pulau, atau menyeberangi sungai yang angker / wingit, atau bila berada di atas laut, bisa terjadi kemudian jimatnya tersebut tidak berfungsi. Sebabnya adalah karena khodamnya tidak dapat terus berada di dalam jimat tersebut karena mungkin di tempatnya berada ada sosok gaib penguasa wilayah yang lebih sakti daripada dirinya, sehingga terpaksa khodamnya itu harus mencari ‘jalan’ lain yang lebih aman baginya, atau mungkin juga sama sekali tidak dapat menyeberang, sehingga jimatnya tersebut menjadi kosong “isinya” dan  menjadi benar-benar tidak berfungsi. Tetapi jimat yang berfungsi selain untuk kesaktian, misalnya yang hanya untuk keselamatan saja, pengasihan, pengobatan, dsb, biasanya bisa menyeberang, karena khodamnya lebih bisa mengkondisikan diri untuk tidak menonjolkan kegagahan dan kesaktian, lebih bisa merendahkan diri untuk berkata: “permisi, numpang lewat”.

Benda-benda gaib yang bisa untuk kekebalan (bisa dites untuk kekebalan) sebaiknya jangan disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, supaya tuah kekebalannya tidak berubah / luntur.


Benda-benda gaib yang tuahnya bisa dirasakan secara fisik, bisa ditunjukkan / dites / dibuktikan keampuhannya, biasanya adalah yang paling banyak diinginkan orang, karena secara umum orang lebih menginginkan sesuatu yang bisa langsung dirasakan pengaruhnya, bisa dibuktikan keampuhannya dan bisa dipertunjukkan, karena itu harganya biasanya mahal sekali.

Secara umum benda gaib dan mustika yang paling diinginkan orang adalah yang bertuah untuk kekuatan dan keselamatan, yaitu yang bisa melindungi seseorang dari berbagai macam kejadian musibah dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian umum tentang benda-benda gaib yang memberikan tuah seperti itu adalah benda-benda gaib yang memberikan efek kekuatan dan kekebalan badan.

Kegaiban sebuah mustika sebagai jimat keselamatan fisik hanya akan didapatkan jika benda tersebut dapat memberikan tuah kekebalan tubuh, yang bila bendanya digenggam atau dikantongi, maka orangnya akan menjadi tahan pukul, kebal senjata tajam, tidak mempan rambutnya dicukur, tahan panasnya api, rambut tidak terbakardan kulitnya pun tidak melepuh, selamat dalam kecelakaan mobil, dsb. Kekuatan gaib sebuah mustika sampai bisa menjadikan seseorang kebal seperti itu adalah patokan standar ukuran kualitas sebuah jimat keselamatan. 

Tetapi kekuatan / kesaktian khodam benda gaib yang bisa untuk kekebalan belum tentu lebih tinggi dari kekuatan khodam benda gaib lain. Begitu juga sebaliknya, benda yang khodamnya sakti belum tentu bendanya bisa untuk kekebalan. 

Selain ditentukan oleh sifat alami benda gaibnya dan kesempurnaan pemrosesan penarikan gaibnya, kemampuan gaib jimat kekebalan juga ditentukan oleh perwatakan sosok gaibnya yang berwatak keras dan menonjolkan kekuatan / kegagahan. Walaupun khodam gaibnya berkesaktian tinggi, tetapi jika sosok gaibnya tidak berwatak keras, tidak menonjolkan kekuatan dan kegagahan, maka benda gaibnya seringkali tidak dapat menjadi jimat kekebalan, hanya akan berguna untuk menambah kekuatan tubuh / pukulan, menambah wibawa, dsb, atau untuk penjagaan gaib saja. Sebagian benda-benda jimat lainnya walaupun khodamnya berwatak keras, tetapi tidak selalu menonjolkan kegagahan, sehingga untuk bisa memberikan tuah kekebalan harus “dipaksa” dulu denganamalan gaib.

Dari sekian banyak benda gaib yang dimiliki orang pada jaman sekarang, yang seharusnya bisa untuk kekebalan,seperti mustika merah delima, wesi kuning, badar besi, keong buntet, dsb, ternyata tidak semuanya bisa dites / dibuktikan keampuhannya untuk kekebalan. Sebagian bisa untuk kekebalan, sebagian lainnya hanya bisa untuk kekuatan saja atau wibawa saja. Dan tidak semua jimat kekebalan bisa setiap saat dites keampuhannya.Penyebabnya, selain kualitas dari benda itu sendiri dan perwatakan khodamnya, juga kesempurnaan kegaiban dari penarikan gaibnya.

Mustika wesi kuning yang sempurna sebagai jimat kekebalan, biasanya berisi khodam yang sifat wataknya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, dan energinya stabil, sehingga bisa dites berfungsi oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja.

Berbeda dengan mustika wesi kuning yang bisa dites berfungsi oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja,dalam memiliki batu mustika merah delima dituntut perhatian lebih dan kehati-hatian. Sekalipun kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada wesi kuning, tetapi batu mustika ini juga mempunyai tuntutan, yaitu bersifat pemilih dalam memilih orang pemiliknya, tidak suka dites-tes dan tidak suka dipertontonkan atau dipamerkan keampuhannya kepada orang lain, dan batunya dapat pergi menghilang atau luntur kegaibannya bila pemiliknya atau ada perbuatan si pemilik yang dia tidak berkenan, sehingga si pemilik mustika harus berhati-hati jangan sampai melakukan perbuatan yang dapat menyebabkan mustikanya hilang atau tidak berfungsi dan jangan terlalu sering mengetes mustikanya seolah-olah tidak yakin dengan keampuhannya, dan jangan mem-pamerkan atau mempertontonkan keampuhannya.


Benda-benda gaib bertuah kekuatan dan kekebalan terutama banyak dicari oleh orang-orang yang bergerak di dunia persilatan / kesaktian, dunia kekerasan, dan orang-orang yang hidupnya ber-resiko mengalami pembunuhan atau perampokan. Benda-benda gaib yang tuahnya bisa langsung dibuktikan (dites) memberikan efek kekebalan tubuh biasanya adalah yang paling banyak diinginkan orang, karena secara umum orang lebih menginginkan sesuatu yang bisa langsung dibuktikan khasiatnya, bisa dibuktikan keampuhannya dan bisa dipertunjukkan, karena itu harganya mahal sekali.

Sekalipun seseorang tidak hidup dalam dunia kesaktian dan kekerasan dan hidupnya relatif tidak ber-resiko mengalami pembunuhan atau perampokan, tetapi jika seseorang memiliki benda jimat kekebalan itu, ia bisa mempamerkannya kepada orang lain, atau sengaja melibatkan diri dalam suatu kejadian kerusuhan / perkelahian, sehingga kemudian orang-orang akan menganggap dirinya sebagai orang yang sakti.

Pengertian kesaktian secara umum di masyarakatorang-orang yang dipandang sakti adalah orang-orang yang memiliki kesaktian yang bersifat fisik, yang kelihatan mata, yang bisa dibuktikan kepada orang lain. Jika hanya memiliki kesaktian gaib saja, maka konotasinya adalah sama dengan dukun atau orang pinter.  Unsur kesaktian fisk itu adalah kombinasi dari permainan jurus, kecepatan gerak dan kekuatan pukulan / tendangan, tenaga gaib dan tenaga dalam, tahan pukul / tendangan, dan pada tingkatan yang tinggi juga tahan diserang dengan senjata tajam (kebal) dan tahan diserang dengan tenaga dalam dan aji-aji kesaktian.

Jimat yang berhubungan dengan kesaktian akan menunjang kecepatan gerak dan kekuatan pukulan / tendangan,tenaga gaib (pukulan dan tendangannya mengandung kekuatan gaib), tahan pukul / tendangan, dan pada tingkatan yang tinggi juga tahan diserang dengan senjata tajam (kebal) dan tahan diserang dengan tenaga dalam dan aji-aji kesaktian.

Jimat yang berhubungan dengan kesaktian ada 2 tingkatan kualitasnya :
1. Yang tuahnya hanya sebatas menunjang kecepatan gerak dan kekuatan pukulan / tendangan, tenaga gaib
(pukulan dan tendangannya mengandung kekuatan gaib), dan tahan pukul / tendangan.
2. Yang kekuatannya ekstrim, yang bisa membuat tubuh seseorang kebal senjata tajam dan tahan dipukul /
diserang dengan tenaga dalam dan aji-aji kesaktian.


Pada masa sekarang, yang umum disebut jimat kekebalan adalah sebuah jimat yang memberikan efek kekebalan tubuh, yang menjadikan tubuh seseorang tidak mempan dibacok, tidak mempan disabet pedangtidak mempan ditusuk pisautidak mempan ditembak senjata apitahan panasnya api dan rambut pun tidak terbakar,dan menjadikan tubuhnya tahan pukul. Karena kehebatannya itu ada sebagian orang yang mengagung-agungkanjimat kekebalan ini sampai menyebutnya sebagai jimat keselamatan mutlak, walaupun benda-benda itu tidak dapat menyelamatkan seseorang yang diserang dengan cara ditenggelamkan ke dalam air atau perbuatan lain yang menyebabkannya kehabisan nafas atau diserang secara gaib.

Kemampuan kekebalan di atas adalah standar dasar ukuran keampuhan sebuah jimat kekebalan. Tetapi tingkatan kualitas sebuah jimat kekebalan akan diuji dari sejauh mana keampuhannya memberikan efek kekebalan terhadap serangan yang mengandung kekuatan gaib, seperti senjata-senjata tajam berkhodam (misalnya keris, tombak dan kujang) dan pukulan yang menggunakan tenaga dalam atau aji-aji kesaktian.

Kalau kita berbicara tentang jimat kekebalan, dari sekian banyak benda jimat kekebalan  (yang benar dan bisa dites ampuh untuk kekebalan) batu mustika merah delima memang memiliki banyak kegunaan dan keistimewaanyang menjadikannya mustika yang paling diinginkan orang dan harganya mahal sekali melebihi penghargaan orang terhadap jimat-jimat kekebalan yang lain seperti mustika wesi kuning, badar besi, stambul, rante babi, jenglot, batara karang, keong buntet, kul buntet, puser bumi, dsb.

Tetapi masing-masing benda tersebut mempunyai kekuatan gaib dan karakteristik kegaiban yang berbeda, yangtidak persis sama satu dengan lainnya. Dan untuk membuktikan mana yang paling unggul sebagai sebuah jimat kekebalan harus dilakukan dengan cara mencoba satu per satu kekebalan mustika merah delima, wesi kuning, badar besi, rante babi, jenglot, batara karang, keong buntet, kul buntet, puser bumi, dsb, misalnya dengan cara ditusuk / diiris dengan senjata tajam berkhodam, seperti keris jawa, dan ketahanannya bila diserang denganpukulan yang menggunakan tenaga dalam atau aji-aji kesaktian.

Sebagai jimat kekebalan, kekuatan gaib mustika merah delima lebih baik daripada wesi kuning, stambul dan badar besi, tetapi mustika keong buntet, kul buntet dan puser bumi (yang sama-sama bisa untuk kekebalan), secara rata-rata kekuatan gaibnya jauh lebih tinggi daripada mustika merah delima, wesi kuning, stambul dan badar besi, sehingga lebih mampu untuk menahan serangan yang mengandung kekuatan gaib, termasuk serangan dengan senjata tajam berkhodam dan serangan yang menggunakan tenaga dalam dan aji-aji kesaktian.
Kekuatan gaib khodam mustika keong buntet, kul buntet dan puser bumi itu juga mampu untuk mengosongkan / mengusir khodam merah delima dan wesi kuning (termasuk jimat anti cukur dan susuk kebal seseorang), tetapi khodam merah delima dan wesi kuning tidak mampu mengosongkan / mengusir khodam mustika keong buntet, kul buntet dan puser bumi. Ini menunjukkan bahwa tingkat kekuatan / kesaktian gaib khodam benda-benda itu tidak sama.

Sebuah jimat kekebalan badan, seperti wesi kuning dan mustika merah delima atau batu akik anti cukur, dsb,akan memberikan tuah keselamatan / kekebalan tubuh kepada manusia pemakainya, sehingga si manusia akan tahan menerima pukulan dan tidak terluka jika dibacok / ditusuk dengan senjata tajam,  sepanjang  kekuatan pukulan dan senjata yang untuk membacok / menusuk itu tidak mengandung kekuatan gaib yang lebih tinggi daripada kekuatan perlindungan jimat kekebalan itu.  Jika pukulan dan senjata penyerangnya mengandung kekuatan gaib yang lebih tinggi daripada kekuatan gaib jimat kebalnya, maka pertahanan gaib kekebalan itu akan mampu ditembus dan orang tersebut akan terluka.

Secara umum keris memang berfungsi sebagai senjata tusuk dan sabet untuk tarung, berkelahi, tetapi kekuatan gaibnya juga berfungsi untuk menembus kekebalan atau perisai gaib lawannya. Jika keris itu mengandung kekuatan gaib yang lebih tinggi daripada kekuatan gaib jimat kebal seseorang, maka pertahanan gaib kekebalan itu akan mampu ditembus dan orang tersebut akan terluka oleh tusukan keris.


Biasanya jimat kebal, susuk kebal dan ilmu kebal (yang bukan ilmu kebatinan), cukup ampuh untuk digunakan menghadapi pukulan tangan kosong, senjata tajam atau senjata api, yang tidak mengandung serangan kekuatan gaib yang tinggi, tetapi tidak berdaya ketika berhadapan dengan senjata pusaka atau aji-aji kesaktian yang kekuatan gaibnya tinggi. Karena itu untuk menangkal penyalahgunaan keilmuan kebal itu tidak dilakukan dengan menyerangnya dengan senjata tajam atau dengan ilmu pukulan yang lebih tinggi, tetapi dengan cara melunturkan / memusnahkan kegaiban ilmunya atau mengusir khodam kebalnya yang biasanya kekuatannya tidak tinggi. Banyak jenis ilmu isian yang sengaja diberikan pantangan ilmu untuk menangkal penyalahgunaan ilmunya, atau untuk digunakan sewaktu-waktu jika penggunanya ingin menghilangkan ilmunya.

Khusus untuk ilmu dan benda-benda bertuah kekuatan / kekebalan, biasanya tidak memerlukan khodam dengan kekuatan gaib yang tinggi, karena cakupan energinya hanya diperlukan untuk area yang sempit saja, yaitu dipadatkan hanya menjadi sebatas tubuh si manusia pemakainya, seringkali kekuatan gaib setingkat gondoruwo saja sudah cukup untuk menjadi khodam jimat kekuatan dan kekebalan (dan mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa gondoruwo sering menjadi khodam jimat isian dan khodam ilmu kekuatan / kekebalan, dan banyak kekuatan gaib ilmu dan susuk kekuatan / kekebalan tidak lebih tinggi dari kekuatan gaib gondoruwo, sehingga akan luntur oleh daun kelor, bambu kuning, dsb). Karena itu biasanya jimat kebal dan ilmu kebal isian / asma’an akan tidak berdaya ketika berhadapan dengan senjata pusaka atau ilmu kesaktian yang kekuatan gaibnya tinggi. Yang paling utama diperlukan untuk khodam kekuatan dan kekebalan adalah sifat perwatakan khodam gaibnya yang harus keras dan menonjolkan kegagahan / kesaktian, bukan semata-mata khodam yang sakti.

Berbeda halnya dengan keperluan untuk tuah penjagaan gaib. Tuah untuk penjagaan gaib membutuhkan khodam dengan kekuatan gaib yang tinggi, karena fungsinya memang untuk menghadapi mahluk halus lain. Semakin tinggi kekuatan gaibnya dan keras karakternya akan semakin baik khodam itu menjalankan fungsi penjagaan gaib. Tetapi banyak juga benda-benda gaib yang fungsinya untuk penjagaan gaib, tetapi kekuatan gaibnya rendah. Walaupun begitu biasanya kesaktian khodamnya masih cukup untuk menghadapi, menangkal dan mengusir mahluk halus setingkat dedemit kuntilanak dan gondoruwo atau mahluk halus dan jin-jin kelas rendah yang sering mengganggu manusia dewasa dan anak-anak, atau untuk menangkal dan mengusir para mahluk halus yang sok berkuasa dan bersifat mengganggu di sebuah rumah atau bangunan / lokasi tertentu. Benda-benda gaib tersebut diukur keampuhannya dari kemampuannya menghadapi / mengusir gaib-gaib lain, bukan dari kemampuannya memberikan efek kekebalan badan.

Masing-masing mahluk halus mempunyai kekuatan gaib, artinya, selain tuahnya, kekuatan gaibnya juga bisa dimanfaatkan untuk penjagaan / pembersihan gaib dan bisa juga disatukan dengan kekuatan badan si manusia pemiliknya. Benda-benda gaib yang fungsinya untuk kekuatan, biasanya khodamnya sudah memberikan tuah kekuatan badan, dan benda gaib yang berfungsi untuk penjagaan gaib biasanya khodamnya secara otomatis sudah memberikan fungsi penjagaan gaib. Tetapi aktif tidaknya kerja fungsinya itu tergantung juga penyatuan khodamnya dengan si manusia. Walaupun sudah diberikan sesaji, untuk masing-masing benda gaib tetap perlu adanya sugesti penyatuan manusia dengan khodamnya jika ia menginginkan tuahnya, supaya khodamnya aktif bekerja. Sama saja dengan kita, kalau atasan kita tidak mengsugesti / memerintahkan kita bekerja, kadang-kadang kita santai-santai saja, padahal kita digaji untuk bekerja.

Semua yang berhubungan dengan jimat / benda gaib dan kekuatan gaib, pengertian fungsi kekuatan badan adalah untuk berkelahi. Jika benda-benda dan khodam anda fungsinya ada yang untuk kekuatan, maka jika benar-benar sedang digunakan bertarung / berkelahi, biasanya tanpa perlu diminta kegaibannya otomatis akan menambah keberanian, semangat, kecepatan dan kekuatan badan untuk berkelahi, sehingga pukulan / tendangan anda mengandung kekuatan gaib yang efeknya tidak sama dengan pukulan tangan kosong biasa, dan lebih tahan menerima pukulan (lebih tahan pukul), pukulan dan tendangan lawannya tidak begitu dirasakan sakit.

Untuk kekuatan badan mengangkat benda-benda berat diperlukan kemampuan sugesti khusus untuk menyatukan kekuatan gaib dengan kekuatan badan kita, karena kegaiban benda-benda gaib dan khodam berbeda dengansusuk yang sejak awalnya kegaibannya sudah disatukan dengan badan orangnya.

Khusus untuk benda-benda gaib yang fungsinya dominan untuk kesehatan dan pengobatan, jika mengandung fungsi untuk kekuatan badan, berarti kekuatan badan disitu dimaksudkan sebagai kekuatan dan kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan. Benda-benda itu bisa juga diminta untuk menyingkirkan pegal-pegal, asam urat dan kolesterol, dsb. Tetapi kalau sedang berkelahi, kegaibannya juga menambah kekuatan untuk berkelahi.

Sebagai pemahaman dasar dalam memiliki dan menilai kualitas / keampuhan sebuah mustika atau benda-benda gaib lain, benda-benda gaib itu harus diukur kualitasnya dari kemampuannya memberikan tuahnya sesuai tujuan fungsi tuahnya masing-masing, bukan dari tingkat kesaktian gaib di dalamnya, sehingga dalam penggunaannya juga harus sesuai dengan tujuan fungsi tuahnya.

Kegaiban benda-benda itu jangan dilawankan atau diperbandingkan dengan kekuatan gaib lain, kecuali untuk benda-benda gaib yang kegunaannya memang untuk menangkal atau mengusir gangguan / serangan mahluk halus (penjagaan gaib). Sebagai sebuah benda jimat, maka kekuatan gaibnya harus diukur dari manfaat / tuahyang bisa dirasakan oleh pemakainya.

Misalnya yang kegunaannya untuk kekebalan badan. Jika jimat itu berfungsi baik, bisa melindungi pemakainya dari pukulan dan tusukan / sabetan senjata tajam, maka jimat itu akan kita katakan ampuh. Tapi jika jimatnya tidak berfungsi, tidak bisa melindungi pemakainya dari pukulan dan tusukan / sabetan senjata tajam, pasti tidak akan kita katakan ampuh sebagai jimat kekebalan. Tetapi keampuhan kekebalannya jangan diadu dengan benda atau pusaka yang berfungsi untuk kesaktian atau yang untuk menangkal serangan gaib, karena mungkin kekebalan atau kekuatan gaib jimat tersebut akan kalah.

Begitu juga pada saat transaksi “jual-beli” mustika-mustika di atas, yang melibatkan uang ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah dan melibatkan seseorang sebagai tester (pengetes). Tester adalah orang yang ditugasi oleh si calon pembeli untuk mengetes keaslian dan keampuhan benda mustikanya.

Keberadaan tester itu janganlah digunakan untuk menguji benda mustikanya dengan cara menyerangnya dengan ilmu batin atau ilmu khodam, dsb, sehingga kegaiban mustika itu kalah dan transaksinya menjadi batal.Seharusnya tugas sang tester adalah memeriksa keaslian benda mustikanya, memeriksa kualitas khasiatnya dan memastikan bahwa khasiat tersebut benar murni berasal dari benda mustikanya, bukan karena tipuan akal-akalan ilmu gaib sang penjual, dan memastikan bahwa khodam isi gaibnya adalah asli dari mustikanya, bukan asma’an atau isian, dan untuk memastikan bahwa bila mustika itu jadi dibeli oleh si calon pembeli, maka kegaiban mustika itu juga akan dimiliki oleh si pembeli dalam jangka panjang.

Begitu juga dengan mustika yang bertuah untuk kerejekian penglaris dagangan. Karena keberadaan mustika itu seharusnya sebuah warung / toko akan laris dagangannya. Tetapi bila di toko itu atau sekitarnya ada sesosok gaib yang memancarkan hawa / aura yang membuat toko itu tidak laku dan membuat orang segan untuk datang ke toko itu, mungkin mustika itu tidak dapat bekerja seperti yang diharapkan. Karena fungsinya adalah sebagai penglaris dagangan, bukan untuk menangkal gangguan gaib, maka kegaiban benda-benda itu tidak mengusir keberadaan sosok-sosok gaib lain yang bersifat mengganggu. Lingkungannya berada harus dibersihkan dahulu dari kekuatan gaib-gaib yang mengganggu, supaya jimat tersebut dapat terasa memberikan hasil kerja yang optimal.

Sebuah mustika untu bledeg kegunaannya adalah untuk pengobatan-penyembuhan berbagai jenis sakit-penyakit. Umumnya mustika itu cukup mampu menyembuhkan banyak jenis sakit-penyakit manusia, tetapi dalam hal penyembuhan sakit-penyakit yang disebabkan oleh serangan gaib, seperti kesambet, diteluh, disantet atau diguna-guna, karena fungsinya bukan untuk menangkal serangan gaib, maka kemampuan pengobatannya menjadi terbatas. Diperlukan kekuatan gaib atau benda-benda gaib lain untuk mengusir keberadaan gaib-gaib yang mengganggu tersebut, sesudah itu barulah mustika itu dapat bekerja optimal menyembuhkan sakitnya.

Jadi pada kondisi-kondisi di atas bukan berarti mustika-mustika itu tidak berkhasiat, tetapi tuahnya jangan dilawankan dengan kekuatan gaib lain, dan ada sesuatu yang harus dibersihkan terlebih dahulu supaya 
mustika-mustika itu benar-benar bisa bekerja optimal dan khasiat / tuahnya bisa dirasakan. Jadi keampuhannya sebagai sebuah benda gaib diukur dari manfaatnya yang bisa dinikmati oleh pemakainya sesuai jenis tuahnya masing-masing, bukan dari tingkat kesaktian gaib di dalamnya.

Selain tuah dan kegunaan yang sudah disebutkan di atas, ada benda-benda gaib yang fungsinya memang khusus untuk menangkal / melawan / mengusir mahluk-mahluk halus yang mengganggu atau menyerang, atau untuk menjadi pagaran gaib dari serangan mahluk halus, santet dan guna-guna. Untuk keperluan itu maka kekuatan / kesaktian gaib khodamnya mutlak harus kuat, karena harus bisa menghadapi serangan dan kekuatan mahluk halus lain. Benda-benda gaib tersebut diukur keampuhannya dari kemampuannya menghadapi / mengusir gaib-gaib lain, bukan dari kemampuannya memberikan efek kekebalan badan.

Benda-benda gaib yang memberikan kegunaan di atas contohnya adalah tapal kuda, keong buntet yang berwarna hitam, kul buntet, mustika puser bumi, perkutut majapahit, perkutut jawa berbulu putih dan keris-keris yang tuah utamanya untuk kesaktian, kekuasaan dan wibawa.

Kelebihan sebuah mustika dibandingkan dengan benda-benda gaib alami lain bukan pada kekuatan gaibnya, tetapi adalah pada kualitas tuahnya.  Kebanyakan mustika mempunyai kualitas tuah yang bagus yang lebih daripada tuah alami dari batu akik berkhodam atau benda alam lain, tetapi kekuatan tuahnya belum tentu lebih baik. Umumnya tuah mustika itu hanya cukup untuk si manusia sendiri, untuk dipakai / dikantongi.

Kekuatan gaib jenis mustika yang tuahnya selain yang untuk kekuatan dan penjagaan gaib, biasanya kekuatan gaibnya rendah, cakupan energinya sempit, hanya cukup untuk si pembawa mustikanya, untuk dikantongi. Kelebihan jenis mustika biasanya bukan pada kekuatan gaibnya, tetapi pada  kualitas tuahnya  yang biasanya lebih baik daripada batu akik biasa atau benda-benda isian, walaupun jenis tuahnya sama.

Tapi mustika yang untuk kekuatan dan kekebalan, walaupun seringkali kekuatan gaibnya juga rendah, perlu juga diukur sebagai bahan perbandingan. Misalnya anda memakai Wesi Kuning atau Merah Delima yang bisa untuk kekebalan, walaupun mustika itu membuat anda tahan pukul, tapi kalau orang yang memukul memakai cincin batu akik yang kekuatan gaibnya di atas merah delima, biasanya pukulannya akan anda rasakan sakit, malahan ada juga yang bisa melunturkan kekebalan mustika anda. Atau bila anda diserang dengan pisau atau golok yang berkhodam, jika kekuatan gaib khodam pisau atau golok itu lebih tinggi daripada mustika anda, maka pertahanan kekebalan anda akan dapat ditembus dan anda akan terluka.

Benda-benda yang untuk kekuatan dan kekebalan, kekuatannya perlu diukur untuk mengetahui sejauh mana kesanggupannya untuk digunakan menyerang dan untuk menahan serangan.
Benda-benda yang untuk tolak bala / penjagaan gaib, kekuatannya perlu diukur untuk mengetahui sejauh mana kesanggupannya menghadapi kekuatan gaib lain.

Benda-benda jimat dan mustika kekebalan, selain tuah kekebalannya itu, ada juga unsur lain yang perlu diperhatikan, yaitu kestabilan energi khodam gaibnya yang berhubungan dengan kestabilan fungsi sebuah jimat kekebalan. Jika khodamnya memancarkan energi dengan stabil setiap saat, maka kita akan dapat menikmati fungsi tuahnya setiap saat. Tetapi jika pancaran energinya tidak stabil, maka akan ada saat-saat tertentu benda gaib itu tidak berfungsi. Mungkin kita tidak bisa merasakan bila suatu saat benda gaib / jimat kita sedang tidak berfungsi, tetapi kestabilan ini bersifat vital untuk benda gaib / jimat / ilmu untuk keselamatan / kekebalan, jangan sampai dalam situasi berbahaya, ternyata jimat / ilmu kita sedang tidak berfungsi, sehingga kemudian kita menjadi celaka.

Ada benda-benda bertuah kekebalan yang kekuatan tuahnya stabil, sehingga bisa dites oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Dengan memiliki benda yang seperti itu kita akan merasa yakin dengan keselamatan kita. Tetapi ada juga benda-benda bertuah kekebalan yang kekuatan tuahnya tidak stabil, sehingga tidak bisa dites setiap saat. Dalam penggunaannya kita harus berhati-hati, jangan sampai dalam situasi berbahaya, ternyata jimat kita sedang tidak berfungsi, sehingga kemudian kita menjadi celaka. Benda-benda gaib yang seperti ini dalam menggunakannya orang pemakainya harus menerapkan sugesti khusus (keyakinan) akan keampuhannya, untuk mengsugesti khodam bendanya supaya menunjukkan keampuhannya, sehingga kemudian benda itu menjadi ampuh bertuah sesuai sugesti keyakinan si pemakainya akan keampuhannya.

Sebuah mustika yang tuahnya bagus untuk kerejekian dagang, biasanya tuah mustika itu bagus untuk si manusia pemiliknya sendiri, untuk dipakai / dibawa berdagang supaya jualan / dagangannya laris. Dengan demikian cara penggunaannya adalah dengan cara dipakai / dikantongi dan orangnya aktif turun tangan berdagang. Jika pancaran kekuatan gaib mustika itu diukur, kira-kira pancaran tuahnya 3 – 5 meter, sehingga hanya baik jika dipakai sendiri oleh pemiliknya untuk berdagang. Untuk memaksimalkannya, mustika itu bisa disugestikan (sekali saja) untuk memberikan aura penglaris sampai jarak lebih jauh lagi beberapa meter dari tokonya atau dari posisi barang dagangannya. Sesudahnya mustika itu dibiarkan bekerja seperti aslinya.

Tetapi biasanya mustika itu (mustika yang sama) tuahnya tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal / diletakkan di toko sebagai alat penglaris. Sebenarnya bukannya tuahnya tidak cukup bagus, yang benar adalah tuahnyatidak cukup kuat  jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau tokonya besar dan orangnya tidak ikut berjualan (tokonya hanya diserahkan kepada pelayan toko). Mustika itu cukup bagus tuahnya jika dipakai berdagang oleh si manusia, tetapi hasilnya tidak cukup bagus jika bendanya ditinggal di toko, apalagi kalau tokonya hanya diserahkan kepada para pekerjanya.

Untuk tujuan penglaris toko dengan cara bendanya diletakkan / ditinggal di toko, lebih baik menggunakan jimat isian yang sosok gaibnya adalah bangsa jin golongan putih. Umumnya bangsa jin yang menjadi khodam jimat isian, apalagi yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa, kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada kekuatan gaib sebuah mustika, sehingga cukup bagus jika dijadikan penglaris toko. Tinggal kemampuan si manusianya saja (atau penjual bendanya)  untuk mengsugesti khodam benda gaibnya (dengan amalan gaib) supaya tuahnya bagus sebagai penglaris toko.

Kebanyakan benda mustika isi gaibnya adalah dari jenis khodam mustika, suatu jenis tersendiri, tapi ada juga sebagian kecil yang isi gaibnya dari jenis bangsa jin. Jadi khodam jin di dalam sebuah mustika sebagian adalah khodam asli mustikanya, sebagian lagi asalnya adalah khodam isian.

Sebuah mustika yang isinya sejenis khodam mustika, biasanya tuahnya bagus dan bisa diharapkan stabil kekuatannya, sesuai karakteristiknya sebagai khodam mustika.
Sedangkan kalau isinya bangsa jin, tuahnya tidak selalu stabil, karena tujuan awal keberadaannya di dalam sebuah benda gaib adalah karena dia membutuhkan tempat tinggal. Kalau tuahnya bisa stabil, ya bagus deh. Kalau tidak ya harus disempurnakan lagi dengan amalan gaib.
Tapi kalau statusnya adalah sebuah mustika, walaupun khodamnya bangsa jin, biasanya tuahnya stabil.

Khodam yang sosoknya seperti ibu-ibu jawa kebanyakan kekuatan gaibnya tinggi, bisa sampai 60 kalinya md (mustika merah delima), ada juga yang lebih dari itu, sehingga walaupun tuah utamanya untuk kerejekian, tetapi kekuatan gaibnya bisa juga dimanfaatkan untuk tuah lain, misalnya untuk penjagaan gaib, pembersihan gaib dan untuk memberikan pagaran gaib. Sedangkan sosok lain, seperti yang bapak-bapak berjubah misalnya, kekuatan gaibnya bervariasi, ada yang tinggi, ada juga yang rendah. Sosok gaib seperti kakek-kakek berjubah biasanya kekuatan gaibnya lebih tinggi daripada yang sosoknya bapak-bapak berjubah.

Tapi yang diutamakan bukanlah sekedar kekuatan gaibnya, tapi karakter sosok ibu-ibu jawa itu halus seperti ibu-ibu, yang akan mendatangkan banyak orang untuk datang berkumpul, cocok untuk tuah pengasihan dan kerejekian.

Mustika yang tuahnya untuk pengasihan dan kerejekian, yang isi gaibnya dari jenis khodam mustika, memang biasanya kekuatan gaibnya rendah, sehingga pancaran energi tuahnya sempit, tidak mencakup area yang luas, karena itu jenis mustika seperti itu lebih cocok untuk dipakai sendiri dengan cara dikantongi. Kebanyakan kekuatan khodamnya tidak lebih dari kekuatan gaib mustika merah delima.

Kelebihan utama sebuah mustika dibandingkan benda gaib alami lain adalah pada kualitas tuah-nya, bukan pada kekuatan tuah-nya.

Tapi kalau mustika itu isi gaibnya bangsa jin yang kekuatannya lebih tinggi mungkin pancaran tuahnya bisa lebih luas. Dalam hal ini yang diutamakan bukanlah sekedar isinya yang bangsa jin, yang utama adalah tuahnya harus bagus, sudah diproses sampai tuahnya bagus, sudah melalui proses penyempurnaan tuah (dengan wiridan amalan gaib dan sesaji). Sesudah kualitas tuahnya bagus, barulah dinilai kekuatan tuahnya.
Tapi kelemahannya, kalau sifatnya adalah jimat isian, atau tuahnya asalnya dari kekuatan wiridan amalan gaib, mungkin nantinya tuahnya akan memudar, sehingga harus diwirid lagi amalannya. Jadi sifatnya untung-untungan. Kalau bisa bertuah jangka panjang, ya untunglah kita. Tapi kalau ternyata tuahnya memudar, terpaksa deh harus dicharge lagi (diwirid lagi amalan gaibnya atau datang lagi ke spiritualisnya).

Sebagai ilustrasi untuk tuah pengasihan dan kerejekian dagang :
Kalau khodamnya adalah jenis khodam mustika, mungkin pancaran tuahnya hanya 3 – 5 meter saja.
Kalau khodamnya bangsa jin yang kekuatannya 10 md, mungkin pancaran tuahnya bisa 5 – 10 meter.
Kalau khodamnya bangsa jin yang kekuatannya 60 md, mungkin pancaran tuahnya bisa sampai 10 – 40 meter, cocok untuk toko besar, super market, toko di mall atau di pasar, atau toko di deretan toko di pinggir jalan.

Karena itulah kebanyakan tuah penglaris dari orang pinter / spiritualis kebanyakan khodamnya adalah dari jenis bangsa jin, bukan mustika.

Begitu juga sebuah mustika atau benda gaib untuk kekebalan, tuahnya hanya cukup untuk si pembawa bendanya saja dan bisa menyelamatkannya dalam musibah kecelakaan mobil, tetapi tuah itu bukan untuk semua orang yang satu mobil dengannya. Tetapi tuah kekebalan itu mungkin bisa juga dinikmati oleh orang lain jika mereka saling bersentuhan dan si pembawa bendanya berniat menyelamatkan mereka semua.

Begitu juga untuk benda-benda gaib lain yang fungsinya bukan untuk menangkal serangan gaib, seperti yang untuk pengobatan, pengasihan, penglaris dagangan, dsb, kondisi di sekitarnya harus dibersihkan dahulu dari gaib-gaib dan aura negatif, supaya tuahnya bisa terasa bekerja maksimal.

Ada pertanyaan yang umum tentang benda-benda gaib, yaitu bagaimana caranya meningkatkan powernya.
Kalau maksudnya untuk meningkatkan kekuatan gaib khodamnya, kelihatannya tidak bisa, hanya bisa dilakukan dengan memberikannya energi / kekuatan gaib yang lebih tinggi untuk diserapnya. Tapi untuk meningkatkan kekuatan gaibnya secara relatif permanen adalah dengan memberinya kantong atau tempat penyimpanan dari bahan kain katun yang berwarna hitam.
Kalau maksudnya untuk meningkatkan “kegalakan” nya, sehingga tuahnya lebih kuat terasa, bisa dilakukan dengan mewirid amalan gaib yang lebih tinggi kadar kegaibannya dan memberikan sesaji yang lebih kuat efek gaibnya, seperti minyak misik hitam, minyak madat arab atau kemenyan jawa.

Sebagai tambahan, anda bisa menggunakan cara-cara yang serupa seperti dalam tulisan berjudul  Ilmu Tayuh / Menayuh Keris  untuk mengetahui karakter aura / energi benda-benda milik anda, sifat-sifat karakter gaibnya (jika ada), kecocokkannya dengan anda, apa tuah yang diberikannya, pantangan dalam penggunaannya, persyaratan dan sesaji apa yang dimintanya, jika ada, dsb.
Di bawah ini ada beberapa contoh kasus yang bisa menyebabkan kekuatan gaib khodam / jimat menjadi hilang / luntur, tetapi tidak selalu terjadi pada semua orang (tidak semua orang mengalami kejadian yang sama).

  1. Selama tidak ada perbenturan ilmu atau kekuatan gaib, atau tidak ada pihak yang sengaja menyerang, biasanya akan aman-aman saja, kecuali khodamnya pergi (atau bendanya menghilang) meninggalkan pemiliknya karena keinginannya sendiri atau karena ada unsur ketidakcocokkan.
  2. Bila ada pihak yang sengaja menyerang secara gaib, maka bila kekuatan khodam dan jimat anda kalah, maka jimat anda akan menjadi luntur dan tidak berfungsi atau khodamnya pergi menghilang.
  3. Ada orang-orang tertentu yang bukan hanya menguasai ilmu gaib dan ilmu khodam, tetapi juga    menguasai ilmu perkhodaman, mereka bisa dengan sengaja mengusir atau memindahkan atau mencuri khodam orang lain dan bisa juga menghapuskan / menghilangkan ilmu gaib atau khodam jimat orang lain.
  4. Bila berada di lingkungan orang-orang berkhodam, atau benda jimat anda penyimpanannya disatukan dengan benda-benda gaib lain, dan ada ketidak-cocokkan antar khodam, biasanya khodam yang lebih lemah akan mundur atau terpaksa pergi menghindar. Jadi bila kekuatan khodam dan jimat anda kalah, maka jimat anda akan menjadi luntur dan tidak berfungsi atau hilang khodamnya. Ketidak-cocokkan antar khodam sering terjadi pada khodam-khodam jimat seperti wesi kuning atau jimat kekebalan lain dan khodam ilmu kesaktian / kekuatan / kekebalan, yang khodamnya menonjolkan kekuatan dan kegagahan, yang bila berada di lingkungan gaib atau benda-benda gaib yang lebih tinggi kekuatannya, benda jimat tersebut akan luntur kegaibannya atau khodamnya pergi menghilang.
  5. Ada rumah-rumah atau lokasi yang memiliki pagaran gaib, maka ketika anda atau bendanya dibawa masuk ke lokasi itu, jika khodam ilmu atau jimat anda kalah kuat, maka khodamnya tidak bisa ikut masuk ke dalam lokasi itu, akan tertahan di luar. Kebanyakan khodam akan kembali lagi kepada anda atau benda gaibnya setelah anda dan benda gaibnya keluar dari lokasi tersebut. Tetapi jika khodamnya termasuk jenis yang untuk kekebalan, biasanya setelah khodamnya tertahan di luar, ia akan pergi mencari benda lain untuk ditinggali, sehingga kemudian jimat kekebalan anda menjadi tidak berfungsi, atau mungkin kemudian jimatnya akan ditinggali oleh sosok gaib yang lain yang bukan khodam aslinya.
  6. Ada tempat-tempat tertentu yang memiliki kegaiban kuat yang bisa mengusir khodam gaib seseorang, terutama khodam-khodam yang bertuah kekuatan dan kesaktian. Misalnya sungai-sungai yang angker / wingit, seperti sungai Brantas, Serayu, dsb.
    Ada juga tempat-tempat mistis yang banyak berpenghuni gaib-gaib sakti tingkat tinggi, sehinggamenarik gaib-gaib lain untuk datang berkumpul dan meninggalkan tuannya, misalnya candi-candi dan situs-situs majapahit.
Ada kasus seseorang mempunyai khodam kekuatan di badan. Tetapi setelah orang tersebut berkunjung    ke jawa timur, melewati situs bekas keraton majapahit, khodamnya pergi pindah kesana. Beberapa    bulan kemudian barulah khodam tersebut kembali lagi kepada orang itu.

Contoh-contoh kasus di atas, tidak pasti akan dialami oleh semua orang. Ini hanyalah sekedar informasi untuk berjaga-jaga. Sesakti apapun khodam atau jimat kita, sebaiknya kita harus tetap berhati-hati supaya tidak terjadi kejadian yang negatif, karena ada banyak kasus yang bisa menyebabkan khodam gaib seseorang menghilang.

Berbeda dengan khodam pendamping, bila khodam jimat kita sempat hilang, atau sempat luntur kegaibannya, seandainya pun kemudian khodamnya itu kembali lagi, mungkin kegaiban jimatnya tidak akan sama lagi dengan kondisi sebelumnya, sehingga seringkali kegaibannya harus disempurnakan lagi.

Untuk menambah pemahaman mengenai mahluk halus dan khodam, kekuatannya dan tuahnya, silakan dibaca tulisan-tulisan berjudul :

– Mustika

– Kesaktian Mahluk Halus

 – Khodam dan Kualitas Tuah

 – Khodam dan Kekuatan Tuah

– Obrolan Santai Benda Gaib 1

——————

Sebagai catatan tambahan, semua benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari suatu sosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya, terutama yang berfungsi untuk penjagaan gaib / keselamatan, kekuatan dan wibawa, kegaibannya dapat juga disugestikan untuk membantu dalam hal lain, misalnya diminta menyembuhkan anggota keluarga yang sedang sakit (sakit biasa maupun sakit karena guna-guna, pelet atau santet), diminta membuatkan pagaran gaib untuk rumah dan orang-orang penghuninya, diminta membersihkan rumah dari keberadaan gaib-gaib negatif, membantu menjaga keteduhan rumah dan ketentraman keluarga, membantu melariskan dagangan, dsb

Menyatunya Keris Dengan Pemiliknya

0

alaman ini menguraikan perilaku dari keris-keris yang sudah menunjukkan penyatuannya dengan manusia pemiliknya dan memberikan pemahaman mengenai apa yang harus dilakukan seorang pemilik keris supaya keris-kerisnya dapat menyatu dengan dirinya, sehingga keris-kerisnya benar-benar dapat menjadi pusaka dansipat kandel dan tidak menjadi keris koleksi / pajangan saja.

Pada jaman sekarang banyak keris yang hawa aura mistisnya sudah redup, sudah dingin / adem / anyeb, mirip seperti keris kosong tak berpenghuni gaib.  Hawa aura gaibnya sudah menurun atau kerisnya pasif tidak memberikan tuahnya, terpengaruh perkembangan jaman dimana keberadaan keris sudah mulai diabaikan, tetapi kekuatan aura keris-keris tersebut akan terasa kembali ketika sudah menyatu dengan seorang pemilik yang sesuai.

Selama masih ada jarak antara kebatinan si manusia dengan kerisnya, maka keberadaan keris itu tidak akan banyak berarti. Tuah-nya pun mungkin tidak akan dirasakan. Bagi anda yang memiliki atau menyimpan keris, sebaiknya juga memiliki pengetahuan tentang tatacara pemakaian keris, pemeliharaan keris, dsb, jangan hanya sekedar asal memiliki, menyimpan atau memakainya, supaya tidak terbawa-bawa cerita tentang mistis keris atau pun mengkultuskan kegaiban keris, supaya keris tidak dimusuhi orang karena cerita mistisnya, atau justru keris dijadikan sebagai suatu bentuk pemujaan.

Secara umum keris-keris dibuat dengan tujuan untuk menyatu dan mendampingi manusia pemiliknya, tuahnya dan kekuatan gaibnya sudah disesuaikan dengan si manusia calon pemiliknya (si manusia pertama pemilik keris).

Secara umum tujuan keris dibuat dimaksudkan dengan cara penyatuan / pendampingannya masing-masing keris-keris itu akan memberikan tuahnya kepada si manusia, dan untuk hasil kegaiban yang maksimal dalam penyatuan itu dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan si manusia dengan kerisnya (ada interaksi batin).

Sifat kejiwaan keris sama seperti orang tua yang memomong dan menjaga anaknya. Bila si manusia sebagai pihak yang diemong mampu peka rasa, bisa mendengarkan bisikan gaib kerisnya yang berupa ide dan ilham dan firasat (dan mimpi), maka orang itu akan dituntun kepada jalan / perbuatan yang mengantarkannya sukses sesuai jenis tuah kerisnya masing-masing dan menjauhkannya dari kesulitan. Sifat kejiwaan yang seperti itu tidak kita dapatkan dari benda-benda gaib lain. Umumnya orang-orang jawa jaman dulu peka rasa dan batin, sehingga akan mudah penyatuan kebatinannya dengan keris-kerisnya. Itulah juga sebabnya orang-orang jawa jaman dulu, yang peka rasa, dan memahami kejawen, lebih memilih keris daripada benda-benda gaib lain.

Karena itu sebaiknya dipahami, jika kita mempunyai sebuah keris, apapun jenis keris dan tuahnya, untuk mendapatkan kegaibannya yang maksimal dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan kita dengan si keris (ada interaksi batin), bukan sekedar memiliki sebuah keris. Karena itu jika kita merasa tidak bisa bersikap seperti orang-orang yang bisa peka rasa dan firasat dan bisa menyatukan dirinya dengan keris-kerisnya, sebaiknya janganlah kita memiliki keris. Lebih baik kalau kita memiliki benda-benda gaib lain sebagai jimat ampuh untuk kesuksesan dan keberuntungan.

Penghalang Penyatuan Keris Dengan Pemiliknya

Ada beberapa kejadian keris-keris tertentu sama sekali tidak mau menyatukan dirinya dan tidak mau memberikan tuahnya kepada si manusia pemiliknya. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa sebab. Sebaiknya kita mengetahui kondisi ini, jangan sampai kita membeli keris dan pusaka yang kondisinya tidak mau menyatu dengan kita, sehingga juga tidak akan bertuah, atau kita sudah terlanjur mengharapkan tuah dari benda-benda pusaka kita, padahal mereka sama sekali tidak bertuah, atau kita melakukan suatu perbuatan yang akhirnya malah menjadikan benda pusaka kita tidak bertuah.

Misalnya, mungkin kerisnya merasa tidak cocok mengikut kepada seorang manusia, seperti keris-keris ber-luk 5 yang merasa tidak cocok untuk mengikut kepada manusia pemiliknya yang bukan keturunan ningrat / bangsawan.

Keris-keris ber-luk 5 atau keris-keris keningratan lainnya, biasanya hanya akan diam saja, pasif, tidak memberikan tuahnya dan tidak menunjukkan penyatuannya dengan pemiliknya jika si manusia pemilik keris bukan keturunan ningrat dan tidak menghargai keningratan. Kondisi tersebut menjadikan keris-keris ber-luk 5 dan keris-keris keningratan lainnya sebagai keris-keris khusus yang tidak semua orang cocok memilikinya dan tidak semua orang bisa mendapatkan manfaat dari keris-keris itu.

Atau karena ada masalah dalam etika pemindah-tanganan keris. Misalnya keris tersebut didapat dengan cara mencuri, memaksa, memeras, merampas, dsb, atau ada rekayasa pembodohan / penipuan / tipu-muslihat dalam proses pemindah-tanganan atau dalam proses tawar-menawar mahar keris. Atau pemilikan keris keluarga yang di dalamnya terjadi perebutan warisan antar ahli waris, atau salah satu ahli waris mencuri / menggelapkan pusaka diluar sepengetahuan ahli waris lain.

Jika anda berkenan kepada sebuah keris dan berminat untuk memilikinya, dalam proses tawar-menawar mahar keris sebaiknya anda tidak melakukan tawar-menawar harga sampai semurah-murahnya sampai menimbulkan kesan keris itu barang murahan dan tidak cukup berharga untuk dimiliki. Tingkat penghargaan anda kepada sebuah keris, dan perlakuan sehari-hari dalam pemeliharaan keris dapat berpengaruh pada tinggi atau rendahnya tingkat penyatuan keris dan kadar tuah yang diberikan si keris kepada anda pemiliknya. Jika si keris merasa “disepelekan”, “direndahkan” atau merasa “terhina” dengan perlakuan anda, bisa jadi keris itu kemudian akan pasif, tidak menunjukkan penyatuannya dengan anda, karena kerisnya tidak bersimpati kepada anda.

Kondisi keris yang tidak mau memberikan tuahnya kepada si manusia pemiliknya karena penyebab-penyebab di atas biasanya tidak dapat diperbaiki / diakali dengan pemberian sesaji, atau pun dengan cara lain, selain dibiarkan saja kondisinya seperti itu atau dipindah-tangankan kepada orang lain dan mengganti dengan keris lain yang mau memberikan tuahnya kepada si manusia tersebut.

Jika sebuah keris tidak mau memberikan tuahnya kepada manusia si pemilik keris karena ada kesalahan atau perbuatan si manusia yang si keris tidak berkenan, misalnya pemberian sesaji yang si keris merasa tidak cocokbisa diperbaiki dengan memberi sesaji minyak cendana merah yang dioleskan pada badan kerisnya atau bentuk sesaji lain yang si keris berkenan. Atau penjamasan yang si keris merasa tidak cocok dengan cara kerja si penjamas keris, bisa diperbaiki dengan melakukan penjamasan berikutnya kepada penjamas keris yang lain. Atau misalnya si manusia mengganti bagian komponen kelengkapan keris, seperti mengganti kayu gagang keris, sarung keris, mendak, dsb, dan si keris tidak berkenan, bisa diupayakan memperbaikinya dengan memasang kembali komponen-komponen aslinya atau mengganti dengan komponen lain yang kira-kira si keris berkenan.

Tetapi bila kesalahan itu terjadi karena si manusia dengan sengaja mengganti komponen utama keris, sepertiganja keris atau pesi-nya, biasanya kesalahan ini tidak dapat diperbaiki, karena sudah menyebabkan sakit hati si gaib keris, walaupun sudah diupayakan memasang kembali komponen aslinya atau mengganti dengan komponen lain yang kira-kira si keris berkenan. Karena itulah kita harus berhati-hati, terutama ketika berminat membeli sebuah keris yang ada hiasan emasnya pada bagian ganja, dapur atau bilah keris, harus dicermati dahulu apakah hiasan emas itu adalah aslinya ataukah sebenarnya tambahan / gantian. Kesalahan lain yang tidak dapat diperbaiki adalah bila si manusia meng-ampelas / mengikis / menghaluskan badan kerisnya, atau mengukir ulang bagian badan / luk atau dapur keris.

Bila bagian pesi keris (besi gagang keris) sudah sangat keropos atau tipis karena termakan karat, kondisinya bisa diperbaiki dengan memasangkan pipa bekas antena televisi yang ukurannya pas dengan ukuran pesi keris, dipasang menyelubungi pesi keris (ditambah lilitan benang wol hitam pada pesi keris supaya tidak longgar dengan pipanya) dan pipa antena itu diusahakan pas dengan lubang pada kayu gagang keris (ditambah lilitan benang wol hitam). Tetapi bila pesi keris tersebut sudah patah pada bagian pangkalnya, sehingga tidak dapat diperbaiki dengan bantuan pipa antena itu, dan terpaksa harus diganti, bisa diupayakan menggantinya dengan gagang besi lain dengan terlebih dulu menyampaikan niat anda itu sebagai pemberitahuan awal kepada si keris.

Sebagai catatan tambahan :

Seandainya kita merubah bentuk keris atau mengganti komponen utamanya karena kita menganggap keris itu bentuknya jelek atau tidak bagus sehingga harus dirubah bentuknya atau diganti komponennya supaya tampak lebih bagus, bisa dipastikan bahwa si gaib keris akan sakit hati dan tidak akan memberikan tuahnya kepada si manusia, sehingga kemudian keris itu akan berfungsi sebagai keris ageman, bukan lagi keris tayuhan.

Seandainya kita merubah bentuk keris atau mengganti komponen utamanya bukan karena kita menganggap keris itu jelek sehingga harus dirubah bentuknya atau diganti komponennya supaya tampak lebih bagus, tetapi kita melakukannya karena merasa sayang ada bagian yang rusak, mungkin itu tidak apa-apa, karena sosok gaibnya mengerti bahwa maksud kita tidak merusak dan tidak menganggap keris itu jelek sehingga harus dirubah bentuknya atau diganti komponennya, hanya diperbaiki saja.

Atau bila kita ingin mengganti komponen kelengkapan keris, seperti gagang, sarung, mendak dan salut keris, sebaiknya ditanyakan dulu apakah keris itu berkenan, misalnya dengan cara menayuh keris (Ilmu Tayuh / Menayuh Keris)  dan tunjukkan juga kepada kerisnya (dengan pikiran kita) gambaran benda yang akan menjadi gantinya.

Apapun yang akan kita lakukan terhadap fisik keris kita sebaiknya dilakukan dengan menyampaikan terlebih dahulu niat kita itu sebagai pemberitahuan awal kepada si keris.
(baca juga :  Pemilik Keris Sebenarnya).

Dari semua uraian di atas dapatlah dipahami bahwa sebuah keris tidaklah sama dengan benda gaib lain. Keris mempunyai “jiwa” yang akan aktif berinteraksi dengan pemiliknya, karena sejak awal tujuan sebuah keris dibuat adalah untuk menjadi “pendamping” manusia. Karena itu bila kita memiliki sebuah keris, perlakukanlah benda itu seolah-olah dia adalah juga manusia yang memiliki perasaan dan pikiran dan bisa diajak bertukar pikiran / curhat (seolah-olah mempunyai teman dari alam gaib), tergantung kemampuan anda untuk berkomunikasi / berinteraksi dengan sosok gaibnya, dan dia juga dapat mengikuti jalan hidup manusia pemiliknya. Tetapi jika kita hanya menginginkan tuah dari sebuah benda gaib, sebaiknya janganlah kita memiliki keris, lebih baik memilih jenis benda gaib lain sebagai jimat keberuntungan, kesuksesan dan keselamatan.

Sebagai tambahan dari faktor penghalang menyatunya keris dengan manusia pemiliknya di atas, bisa dipastikan bahwa semua keris yang seharusnya menyatukan diri dan mendampingi pemiliknya, tidak akan mau lagi menyatukan diri dan mendampinginya, jika si pemilik keris mempunyai khodam pendamping yang berasal dari golongan hitam.

Mahluk halus golongan putih tidak bergaul / berkomunitas dengan yang dari golongan hitam, sehingga jika seseorang mempunyai khodam pendamping yang berasal dari golongan hitam, maka bisa dipastikan bahwa semua jenis khodam golongan putih yang seharusnya menyatukan diri dan mendampinginya, tidak akan mau lagi menyatukan diri dan mendampinginya, bukan hanya khodam keris jawa, tapi juga khodam batu akik dan mustika dan khodam ilmu / khodam pendamping. Bahkan bisa jadi semua benda gaib yang dipakainya atau yang dibawanya, seperti cincin batu akik dan mustika, juga akan menjadi kosong isi gaibnya (khodamnya pergi).

Penyebabnya adalah selain mahluk halus dari golongan putih akan menyingkir tidak mau bergaul dengan yang golongan hitam, juga karena mahluk gaib yang dari golongan hitam itu mengambil alih semua peranan dari khodam yang lain, sehingga si manusia akan menjadi bergantung hanya kepadanya.

Selain mahluk halus golongan hitam yang keberadaannya adalah khodam keilmuan gaib kita, mahluk tersebut bisa juga terpanggil datang karena adanya wiridan amalan / doa kita. Karena tujuan kedatangannya tidak untuk mengganggu, tetapi datang untuk menjadi pendamping kita, maka sekalipun sebelumnya kita mempunyai khodam-khodam penjaga, maka khodam-khodam penjaga itu tidak akan melarangnya. Tapi kemudian khodam-khodam penjaga itu akan mundur semua tidak mau lagi mendampingi kita karena mereka tidak mau bergaul / campur dengan yang golongan hitam. Karena itu jika kita sudah mempunyai benda gaib atau khodam-khodam penjaga, sebaiknya mereka juga disugestikan untuk mengusir semua mahluk halus golongan hitam, apapun tujuannya mereka datang.

(Silakan dibaca juga tentang mahluk halus golongan hitam dalam tulisan berjudul : Penggolongan Mahluk Halus).

Status Keris dan Kelas Keris di Dunia Gaib Perkerisan

Seperti yang sudah dituliskan dalam halaman  Status Keris dan Kelas Keris, dan Status & Hierarki Khodam,bukan hanya di dunia manusia, di dunia gaib keris juga ada semacam hierarki status dan kelas gaib keris.

Bukan hanya di dunia manusia, di dunia gaib khodam keris juga ada aturan hirarki status dan kelas gaib keris, yang aturannya sama dengan status dan kelas wahyu dewa yang diturunkan kepada manusia, karena filosofi dasar diturunkannya wahyu gaib keris adalah untuk dipasangkan dengan wahyu dewa yang diturunkan kepada manusia, sehingga hirarki status dan kelas gaib keris dan wahyu dewa itu sejalan.

Sehubungan dengan tulisan di atas, mengenai bentuk penyatuan / pendampingan isi gaib keris dengan manusia pemiliknya, maka jika seseorang mempunyai beberapa buah atau banyak keris, mungkin tidak semua sosok gaib khodam keris itu akan tampak mendampingi si manusia, mungkin hanya satu saja yang tampak mendampingi si manusia mewakili khodam keris yang lain, dan tidak semuanya menonjol dalam memberikan tuahnya kepada manusia, karena ada aturan hierarki status dan kelas gaib keris.

Sesuai hierarki status dan kelas gaib keris di dunia gaib perkerisan, bila anda memiliki beberapa buah keris, maka urutan gaib keris yang menonjol dalam menunjukkan bentuk penyatuannya adalah sbb :

  1. Keris ber-luk 5, keris pulanggeni, singa barong dan keris-keris keningratan lain, yang dalam pembuatannya ditujukan untuk dimiliki oleh seorang raja atau orang-orang yang memiliki status keningratan karena status keluarga / keturunan seorang raja / bangsawan.
  2. Keris bertuah kekuasaan dan wibawa.
  3. Keris bertuah kewibawaan.
  4. Keris bertuah kesaktian.
  5. Keris bertuah kesepuhan.
  6. Keris bertuah kerejekian.
  7. Keris bertuah pengasihan.

Jika beberapa keris anda ada yang mempunyai fungsi tuah yang sama, misalnya ada beberapa keris yang sama-sama mempunyai tuah untuk kekuasaan dan wibawa, atau sama-sama mempunyai tuah untuk kerejekian, maka keris-keris yang sama tuahnya itu yang lebih tua akan mewakili keris-keris yang lebih muda umurnya.

Hierarki status dan kelas gaib keris adalah hierarki dan tata krama di dunia mahluk halus gaib keris dan wahyu dewa. Hierarki itu tidak ditentukan oleh tingkat kesaktian masing-masing gaib keris atau tua usianya, tetapi lebih ditentukan oleh hierarki status dan kelas gaib keris. Sama dengan di dunia manusia yang mana seorang rakyat, punggawa, ksatria, atau orang kaya sekalipun, harus menghormati dan menjunjung tinggi seorang raja atau bangsawan, di dunia mereka juga begitu. Sekalipun seorang rakyat / prajurit / senopati / panglima perang dan seorang pesilat / ksatria / panembahan umurnya lebih tua atau kondisinya jauh lebih sakti daripada raja mereka, tetap saja mereka akan menundukkan diri di hadapan raja mereka. Begitu juga mereka di hadapan para bangsawan dan kaum ningrat.

Secara umum yang lebih menonjol menunjukkan penyatuannya dengan manusia adalah keris-keris yang berfungsi untuk penjagaan gaib, terutama didapatkan dari keris-keris keningratan dan yang bertuah untuk kekuasaan dan/ atau wibawa.

Jika si pemilik keris bukan seorang keturunan raja atau ningrat, maka keris-keris yang bersifat keningratan tidak akan menunjukkan penyatuannya dengan si manusia dan posisinya akan digantikan oleh keris-keris yang lain sesuai hirarki status dan kelas gaib keris.

Keris-keris yang bertuah kekuasaan dan wibawa hanya akan memberikan tuahnya untuk seorang pemilik yang dalam kehidupan kesehariannya mempunyai posisi jabatan tertentu dan mempunyai bawahan, jika tidak, maka keris-keris itu hanya akan memberikan tuah kewibawaan saja.

Keris-keris yang bertuah kesaktian, bila berada di tangan seseorang yang aktif dalam ksatriaan dan memilikikekuatan / kesaktian kebatinan yang tinggi, penyatuan gaib keris dengan orang tersebut akan menambah ketajaman dan kekuatan kebatinan / kanuragan orang tersebut menjadi bertambah berlipat-lipat. Tetapi bila berada di tangan seseorang yang tidak aktif dalam ksatriaan dan tidak memiliki kekuatan / kesaktian kebatinan yang tinggi biasanya akan pasif, hanya akan diam saja, menunggu untuk diperintah secara khusus. Tetapi ada juga sebagian dari jenis keris ini yang beradaptasi dan keluar dari kerisnya mendampingi si manusia untuk memberikan penjagaan gaib.

Dengan adanya hierarki status dan kelas gaib keris di atas, maka jika seseorang memiliki beberapa atau banyak keris, mungkin hanya ada satu atau dua keris saja yang akan tampil mendampinginya mewakili keris-kerisnya yang lain. Karena itu jika seseorang memiliki beberapa buah keris yang fungsinya berbeda-beda dan ingin semua kerisnya memberikan tuahnya secara bersama-sama dan terkoordinasi, maka harus ada upaya dari si manusia untuk menyatu dengan keris-kerisnya dan mengsugesti keris-kerisnya supaya bisa berkoordinasi dan tidak saling menggantikan. Jika seseorang mempunyai beberapa buah keris, sebenarnya masing-masing keris itu dapat memberikan tuahnya secara terkoordinasi sesuai jenis tuahnya masing-masing, namun dalam pelaksanaannya tergantung juga pada tingkat penyatuan masing-masing keris dengan si manusia pemiliknya.

Secara alami tingkat penyatuan masing-masing keris dengan manusia pemiliknya itu selain tergantung pada tingkat penyatuan masing-masing pihak secara hati dan batin, juga tergantung pada kecocokan sifat fungsi keris dengan aktivitas keseharian pemiliknya, sehingga seorang pemilik keris yang kesehariannya bekerja sebagai seorang karyawan atau pedagang, mungkin hanya kerisnya yang berfungsi kerejekian-pengasihan saja yang menonjol dalam memberikan tuahnya, bukan yang bertuah kekuasaan dan wibawa.

Tetapi yang secara umum terjadi, jika seseorang memiliki beberapa keris yang berbeda-beda fungsinya, yang lebih menonjol menunjukkan penyatuannya dengan si manusia adalah keris-keris yang memberikan fungsi untuk keselamatan / penjagaan gaib, terutama didapatkan dari keris-keris keningratan dan yang bertuah untuk kekuasaan dan/ atau wibawa. Biasanya salah satu dari mereka, mewakili keris-keris yang lain, akan tampak mendampingi manusia pemiliknya, dan seringkali juga pendampingan mereka itu menyebabkan keris-keris lain yang bertuah kerejekian atau tuah lainnya menjadi tidak menonjol penyatuannya, atau bahkan menjadi tidak memberikan tuahnya (menjadi tergantikan posisinya). Itulah perlunya kita mengsugestikan keinginan kita supaya keris-keris kita tersebut secara bersama-sama dan terkoordinasi memberikan tuahnya kepada kita dan tidak saling menggantikan.

Kalau kita ingin semua keris-keris itu memberikan tuahnya kepada kita secara bersama-sama dan terkoordinasi, maka kita harus mengsugestikannya kepada mereka semua bahwa kita menginginkan supaya mereka semua memberikan tuahnya kepada kita secara bersama-sama dan terkoordinasi dan supaya tuah-tuah mereka tidak saling berlawanan dan tidak saling menggantikan. Caranya, keris-keris itu semua dikumpulkan di hadapan anda. Kemudian sampaikan kepada mereka keinginan di atas, misalnya disugestikan supaya mereka semua secara bersama-sama memberikan tuahnya secara terkoordinasi, tidak berlawanan dan tidak saling menggantikan, supaya tuah kewibawaan dan penjagaan gaib tidak berlawanan dengan tuah kerejekian dan pengasihan, supaya ketika anda sedang bersama teman-teman anda agar yang bertuah kewibawaan seimbang tuahnya dengan yang bertuah kerejekian-pengasihan supaya hubungan sosial baik dan tetap dihormati, dan ketika berada di sekitar manusia jahat / berandalan supaya yang bertuah kewibawaan dan penjagaan gaib lebih aktif bekerja menjauhkan anda dari gangguan.

 Posisi Keris Sebagai Pendamping Manusia

Bila seseorang memiliki beberapa buah keris dan juga memiliki benda-benda gaib lain selain keris atau juga memiliki beberapa khodam pendamping, upaya penyatuannya oleh kedua belah pihak adalah sbb:

1.  Upaya penyatuan dari si manusia terhadap gaib-gaib yang bersamanya.
2.  Upaya penyatuan dari gaib-gaib yang bersamanya terhadap si manusia.

Upaya penyatuan dari si manusia haruslah dilakukan satu per satu terhadap sosok-sosok gaib atau benda-benda gaib yang bersamanya dengan cara-cara yang serupa seperti yang sudah dituliskan mengenai upaya penyatuan manusia dengan kerisnya atau seperti dalam tulisan tentang ilmu tayuh / menayuh keris.

Mengenai upaya penyatuan dari gaib-gaib yang bersamanya terhadap si manusia, di dalam dunia mahluk halus berlaku hierarki status dan kelas sosok halus pendamping manusia sbb:

1.  Roh Leluhur.

Yang pertama dan terutama diakui sebagai sosok halus pendamping dan pelindung manusia adalah sukma leluhur si manusia sendiri yang dalam pelaksanaannya bisa dilakukan dalam bentuk pengawasan jarak jauh, bisa juga tampil langsung mendampingi si manusia.
Urutan pertama adalah leluhur si manusia yang berperan sebagai pelindung yang menjaga si manusia.
Urutan kedua adalah leluhur si manusia berdasarkan peranannya (fungsi / tuahnya) yang sama dengan hierarki status dan kelas gaib keris.

2.  Sosok sukma lain yang dianggap sebagai leluhur oleh si manusia.

Jenis ini adalah sukma lain yang bukan leluhur si manusia, tetapi oleh si manusia dianggap (dihormati) sebagai leluhurnya. Sukma itu juga berperan seolah-olah dia adalah seorang leluhur yang menjaga dan mendampingi si manusia seolah-olah adalah keturunannya. Biasanya sukma itu berfungsi sebagai khodam pendamping.
Urutan pertama adalah yang berperan sebagai pelindung yang menjaga si manusia.
Urutan kedua adalah berdasarkan peranannya yang sama dengan hierarki status dan kelas gaib keris.

3.  Sukma lain atau jenis mahluk halus lain.

Jenis ini adalah sukma lain atau jenis mahluk halus lain yang bukan (dan tidak dianggap) sebagai leluhur si manusia, biasanya berfungsi sebagai khodam pendamping / khodam ilmu.
Urutan pertama adalah yang berperan sebagai pelindung yang menjaga si manusia (penjagaan gaib).
Urutan kedua adalah berdasarkan peranannya / fungsinya yang sama dengan hierarki status dan kelas gaib keris.

4.  Gaib Keris.

Hierarki status dan kelas gaib keris sebagai pendamping manusia adalah seperti sudah tertulis di atas.

5.  Gaib dari Benda-benda Gaib Lain Selain Keris.

Dalam memberikan tuahnya kepada manusia sosok gaib dari benda-benda gaib selain keris ada yang tampak mendampingi manusia, ada yang tetap berdiam di dalam benda gaibnya masing-masing.
Hierarki status dan kelas gaib-gaib tersebut yang mendampingi manusia adalah sesuai sifat tuah benda gaibnya, yang pertama adalah yang bertuah untuk penjagaan gaib, selebihnya sama dengan hierarki status dan kelas gaib keris.

Dengan demikian urutan status dan kelas sosok halus yang mendampingi manusia adalah sbb:
1. Sukma leluhur si manusia.
2. Sukma lain yang dianggap leluhur si manusia.
3. Sukma lain atau jenis mahluk halus lain sebagai khodam pendamping / khodam ilmu.
4. Gaib Keris.
5. Gaib dari benda-benda gaib lain selain keris.

Di antara jenis yang sama dari sosok-sosok halus tersebut di atas urutannya yang pertama sebagai pendamping manusia adalah yang berperan sebagai sosok pelindung atau yang untuk penjagaan gaib. Urutan berikutnya sama dengan hierarki status dan kelas gaib keris.

Bentuk Penyatuan Keris

Biasanya bila sebuah keris atau sejumlah keris merasa sudah cocok dengan manusia pemiliknya, maka khodam-khodam gaibnya, atau salah satu atau dua khodam gaib keris mewakili khodam-khodam keris yang lain, akan mendampingi dan menyertai si manusia di manapun dia berada, walaupun kerisnya ditinggal di rumah. Dengan demikian, bila diterawang, maka fisik keris itu akan tampak kosong tidak berpenghuni gaib, karena sosok gaibnya tidak berada di dalam kerisnya, tetapi menyatu mendampingi si pemilik keris. Hanya sisa-sisa energi gaibnya saja yang ada pada keris tersebut.

Seringkali kondisi di atas salah ditafsirkan oleh para praktisi kebatinan atau praktisi perkerisan atau oleh orang-orang yang bisa melihat gaib, yang menganggap keris itu tidak berguna, karena tidak menunjukkan kesan angker / wingit dan kosong tidak ada “isi”nya.  Walaupun keris itu kosong tidak berpenghuni gaib, tetapi orang-orang yang tinggi spiritualitasnya dan tajam kebatinannya akan tahu bahwa keris itu berkhodam, karena ada tanda-tanda energi bahwa keris itu berpenghuni gaib, hanya saja mungkin khodamnya sedang tidak berada di dalam kerisnya.

Secara umum ada suatu aturan di alam mahluk halus mengenai tatacara dan perlambang keberadaan suatu sosok mahluk halus dalam mendampingi manusia. Walaupun mungkin tidak selalu persis sama, tetapi dalambanyak hal ada kesamaan cara suatu sosok mahluk halus mendampingi manusia.

Secara umum perlambang posisi keberadaan sosok-sosok gaib sebagai khodam pendamping manusia (selain yang disebut ketempatan mahluk halus) adalah sbb :

  1. Di dalam tubuh manusia, menyamakan posisinya dengan tubuh si manusia, artinya keberadaannya berfungsi sebagai khodam kesaktian, kekuasaan, dan wibawa, atau fungsi lain sesuai pembawaan sifat asli si mahluk gaib, dan akan memberikan tuah apa saja yang diinginkan si manusia. Dalam sehari-harinya sosok itu juga menyatukan kekuatannya dengan si manusia, sama dengan manusia yang ketempatan mahluk halus, kadarnya saja yang lebih rendah, tingkat penyatuannya tidak sebaik yang ketempatan mahluk halus, karena tujuan keberadaan mahluk halus tersebut adalah untuk mendampingi, bukan untuk menyatukan dirinya dengan si manusia.
  2. Di sebelah kanan si manusia, artinya keberadaannya berfungsi sebagai sosok halus yang menjaga si manusia, atau sebagai tangan kanan si manusia (sebagai sosok halus yang diandalkan untuk berbagai keperluan), atau sebagai khodam ilmu yang bersifat penjagaan gaib, kesaktian, kekuatan / wibawa, penaklukkan / penundukkan.
  3. Di sebelah kiri si manusia, artinya keberadaannya berfungsi sebagai sosok halus yang menjaga si manusia, tetapi tidak secara khusus menjaga, lebih banyak bersifat hanya membantu penjagaan, atau berfungsi sebagai khodam ilmu selain yang bersifat penjagaan gaib, kesaktian, kekuatan, kewibawaan, penaklukkan atau penundukkan, seperti untuk pengasihan, membantu kerejekian, keilmuan, spiritualitas, kebijaksanaan, membantu pemecahan masalah, dsb.
  4. Di sebelah depan si manusia, artinya keberadaannya berfungsi mutlak sebagai sosok halus yang menjaga si manusia, artinya setiap ada gangguan / serangan gaib akan lebih dulu berhadapan dengannya.
  5. Di sebelah belakang si manusia, artinya keberadaannya berfungsi sebagai sosok halus yang bersifat menjaga seperti seorang pemomong dan kadangkala membantunya juga jika diperlukan.
  6. Di sebelah atas si manusia (posisinya tepat di atas kepala si manusia), artinya keberadaannya berfungsi sebagai sosok halus yang bersifat menjaga, melindungi, mengayomi (berlaku seperti seorang leluhur yang menaungi dan menjaga anak-cucu keturunannya) dan bisa juga memberikan fungsi-fungsi lain kombinasi dari fungsi no.2 sampai 5 di atas.
  7. Di sebelah depan atas si manusia, artinya keberadaannya berfungsi mutlak sebagai sosok halus yang bersifat menjaga dan melindungi (berlaku seperti seorang leluhur yang menaungi dan menjaga anak-cucu keturunannya).
  8. Di sebelah belakang atas si manusia, artinya keberadaannya berfungsi sebagai sosok halus yang bersifat membantu si manusia, tetapi sifat keberadaannya tidak langsung berfungsi seperti fungsi-fungsi tertentu di atas, lebih banyak bersifat mengawasi dan hanya membantu jika diperlukan sekali bantuannya.

 

Posisi sosok gaib yang berada di atas manusia, yang posisinya tepat di atas kepalanya atau di depannya, memberikan kadar perlindungan yang lebih tinggi daripada sosok gaib yang posisinya berada di bawah. Biasanya yang melakukan itu adalah dari jenis sukma manusia yang berperan sebagai seorang leluhur yang melindungi dan menaungi anak-cucu keturunannya dan memiliki kesaktian gaib yang tinggi, minimal kekuatan gaibnya 100 kali lipatnya kesaktian Ibu Ratu Kidul  (jika kurang dari itu biasanya posisinya di bawah, sama dengan gaib-gaib yang lain).  Dari posisinya di atas, selain bisa memandang dan bisa memberi pengaruh gaib mencakup jarak yang lebih jauh, juga menunjukkan posisi yang bisa dengan jelas dilihat oleh mahluk halus lain sebagai sosok pelindung si manusia.

Posisi sosok gaib keris yang mendampingi manusia posisinya berada di bawah, yaitu antara no.1 sampai 5.

Dengan demikian jika kita, atau orang lain, mempunyai satu atau banyak khodam pendamping, baik asalnya dari keris, benda-benda jimat, khodam ilmu, atau adanya sukma leluhur yang mendampingi, maka dari posisi masing-masing khodam tersebut kita bisa memperkirakan fungsinya.
Atau jika kita sendiri memiliki satu atau banyak khodam pendamping, tidak perlu kita mengatur-atur posisi keberadaan mereka, karena secara alami mereka akan mengatur sendiri posisinya sesuai fungsi dan statusnya masing-masing.

Bila seseorang memiliki beberapa buah keris dan juga memiliki benda-benda gaib lain selain keris atau juga memiliki beberapa khodam pendamping, sebaiknya dilakukan upaya penyatuan dari si manusia supaya masing-masing gaib tersebut dapat berfungsi optimal seperti seharusnya.

Upaya penyatuan dari si manusia haruslah dilakukan satu per satu terhadap sosok-sosok gaib atau benda-benda gaib yang bersamanya dengan cara seperti yang sudah dituliskan mengenai upaya penyatuan manusia dengan kerisnya atau dalam tulisan tentang ilmu tayuh / menayuh keris.

Tetapi bisa juga dicoba untuk melakukannya sekaligus. Kalau kita ingin semua keris-keris dan benda-benda gaib itu memberikan tuahnya kepada kita secara terkoordinasi, maka kita harus mengsugestikannya kepada mereka semua bahwa kita menginginkan supaya mereka semua memberikan tuahnya kepada kita dan supaya tuahnya tidak saling berlawanan, misalnya tuah kewibawaan dan penjagaan gaib supaya tidak berlawanan dengan tuah kerejekian dan pengasihan. Caranya, keris-keris dan benda-benda gaib itu semua dikumpulkan di hadapan anda. Kemudian sampaikan kepada mereka keinginan di atas.

Bentuk penyatuan keris dengan si manusia pemilik keris yang diuraikan di atas adalah bentuk penyatuan keris yang khodam kerisnya keluar dari kerisnya dan mendampingi si manusia pemilik keris (berfungsi sama dengan khodam pendamping). Dengan cara ini si khodam keris akan selalu mendampingi dan menyertai si manusia pemilik keris dimanapun dia berada dan memancarkan hawa aura wibawa, pengasihan, dsb, sesuai sifat tuah keris dan sifat karakter khodamnya. Dengan kondisi pendampingan ini orang yang bisa melihat gaib akan bisa melihat bahwa ada sosok gaib (si khodam keris) yang mendampingi si manusia.

Selain dalam bentuk pendampingan di atas, bentuk menyatunya gaib keris dengan manusia pemiliknya ada juga yang diwujudkan dalam bentuk lain, biasanya dari jenis keris kesaktian, yaitu si gaib keris tetap berada di dalam kerisnya, tidak keluar mendampingi si manusia, tetapi si gaib keris memberikan suatu energi / aura yang melingkupi diri si pemilik keris. Energi / aura yang melingkupi diri si manusia pemilik keris adalah sebagai tanda bahwa manusia itu ada di bawah naungannya, dan sebagai perlindungan gaib supaya tidak ada mahluk halus lain yang mengganggu manusia itu.

Ada jenis-jenis sosok gaib keris (termasuk khodam benda gaib lain) yang tidak menjadi khodam pendamping, yang akan tetap berdiam di dalam kerisnya, tidak keluar mendampingi pemiliknya, tetapi tetap mengawasi si manusia pemilik keris. Walaupun jaraknya berjauhan (misalnya kerisnya ditinggal di rumah sedangkan orangnya sedang pergi ke tempat lain), tetapi dari tempat keberadaannya gaib keris itu memperhatikan si pemilik keris dimanapun dia berada (pengawasan gaib), akan bisa selalu kontak rasa dan batin, bisa memberikan pengaruh gaib terhadap orang-orang di sekitar si manusia pemilik keris (sesuai jenis tuah kerisnya) dan khodam kerisnya bisa datang setiap saat bila diperlukan.

Sebagai tanda bentuk penyatuan keris tersebut dengan manusia pemiliknya adalah adanya energi gaib yang diberikan si gaib keris kepada si manusia pemilik keris. Energi itu bisa dirasakan sebagai kekuatan badan, atau berbentuk aura kewibawaan atau pengasihan, sesuai jenis tuah dan sifat karakter khodam kerisnya.

Energi itu juga menjadi tanda bagi mahluk halus lain bahwa si manusia pemilik keris ada di bawah naungannya. Energi itu juga berfungsi sebagai tanda jejak, sehingga sekalipun si manusia dan kerisnya berjauhan jaraknya, tetapi khodam kerisnya bisa selalu mendeteksi posisi keberadaannya, bisa kontak rasa dan batin, dan bisadatang setiap saat bila diperlukan.

Dari masing-masing bentuk dan tanda penyatuan gaib keris dengan manusia pemiliknya di atas menunjukkan bahwa sebuah keris sudah menyatukan kegaibannya dengan si manusia pemilik keris, hanya saja kadar kekuatan tuah yang diberikan oleh keris seseorang belum tentu selalu sama dengan keris milik orang lain, tergantung pada tingkat penyatuan si manusianya sendiri dengan kerisnya dan kemampuan si manusia dalam mengsugesti kerisnya.

Karena itu jika kita sudah memiliki sebuah keris, sebaiknya kita bisa mengsugestikan penyatuan kita dengan keris kita. Untuk menyatukan keris kita dengan kita bukanlah dengan cara memasukkan khodamnya ke badan kita. Untuk sehari-harinya cukup kita bersugesti “nyambung” dengan kerisnya, ada kontak rasa dan batin, kita bisa mendengarkan suara dan bisikan gaib dari kerisnya, dan bisa merasakan adanya energi gaib kerisnya yang diberikan ke badan kita. Untuk maksud itu tidak diperlukan amalan apapun, hanya perlu sugesti kebersamaan saja antara kita dengan kerisnya dan menyampaikan segala apa yang kita inginkan untuk diberikan oleh keris kita.

Keberadaan pendampingan sosok gaib khodam keris bersama si manusia akan dapat dilihat oleh orang lain yang mampu melihat gaib (yang penglihatan gaibnya cukup tajam) bahwa ada sesosok gaib yang menjaga si manusia tersebut atau mendampinginya, atau ada suatu energi gaib yang menyelimuti diri si manusia. Pendampingan sosok gaib keris tersebut atau aura energinya akan memberikan tuah / manfaat gaib kepada si manusia sesuai sifat tuah kerisnya masing-masing.

Berbeda dengan keris-keris yang umum seperti di atas, keris-keris yang dalam laku pembuatannya ditujukan untuk menjadi lambang kebesaran sebuah kerajaan / kadipaten / kabupaten, tidak menunjukkan keberadaannya mendampingi manusia, tetapi tetap berdiam di dalam kerisnya. Dari tempat keberadaannya, atau sesekali sosok gaibnya keluar dari kerisnya, ia memancarkan suatu aura energi wibawa kekuasaan yang melingkupi suatu area yang luas yang melingkupi wilayah yang harus dinaunginya, sekaligus memusatkan aura energinya pada sosok manusia yang menjadi penguasa wilayah itu.

Tetapi sama halnya dengan keris-keris yang lain, kinerja keris-keris pusaka keraton itu juga tergantung pada kecocokkannya dengan sosok manusianya (sesuai kualitas wahyu kepemimpinannya).